Lewat Turnamen Hadang Ojo Dumeh Cup, Ibu-Ibu PKK Bernostalgia Gobak Sodor di GOR Wujil


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Teriakan pecah dari dalam Gedung Olahraga (GOR) Wujil, kompleks Stadion Pandanaran Bergas, Kabupaten Semarang, Minggu (27/9). Di tengah arena permainan Hadang atau Gobak Sodor, ibu-ibu berlari, berkelit, dan sesekali melompat menghindari hadangan lawan. Tak ada gawai di tangan, tak ada pula suasana pertandingan yang kaku.

Suasana yang terlihat justru wajah-wajah penuh semangat, keringat yang mulai membasahi tubuh, serta teriakan rekan satu tim yang tak henti memberikan aba-aba.

“Depan! Depan! Awas, awas!”

Permainan yang selama ini lebih akrab dimainkan anak-anak jaman dulu di halaman sekolah atau tanah lapang itu kembali hidup. Kali ini, para pemainnya adalah ibu-ibu PKK dari 19 kecamatan se-Kabupaten Semarang. Mereka bertanding dalam Turnamen Hadang Antar-PKK se-Kabupaten Semarang Ojo Dumeh Cup yang diinisiasi anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah (Jateng), Bagus Suryokusumo.

Diketahui, Hadang atau yang lebih populer disebut Gobak Sodor menjadi permainan yang bukan sekadar mencari kemenangan, tetapi juga membawa kembali ingatan tentang masa kecil yang perlahan mulai ditinggalkan. Di arena, dua regu masing-masing 5 pemain saling berhadapan. Satu tim bertugas menjadi penyerang, sementara tim lainnya menjadi penjaga.

Tugas penyerang terlihat sederhana, tetapi ternyata menguras tenaga. Mereka harus mencari celah, berlari melewati garis demi garis, sekaligus menghindari sentuhan pemain lawan.

Sementara para penjaga berdiri menghadang. Mereka bergerak ke kiri dan kanan, menunggu kesempatan menyentuh tubuh pemain yang berusaha menerobos pertahanan. Sekali tersentuh, langkah pun terhenti. Namun justru di situlah keseruannya.

Gerakan sederhana itu membuat arena seperti kembali menjadi halaman permainan anak-anak puluhan tahun lalu. Bedanya, kali ini napas para pemain yang semuanya ibu-ibu mulai tersengal setelah beberapa kali berlari. Keringat mengucur. Tawa pun sesekali pecah ketika ada pemain yang salah langkah atau gagal melewati hadangan.

Bagus Suryokusumo mengatakan ide menggelar turnamen hadang tersebut awalnya muncul sederhana. Ia ingin menghadirkan kembali olahraga tradisional yang mulai jarang dimainkan. Gagasan itu kemudian berkembang setelah berdiskusi dengan mitra dari Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI). Sasaran pesertanya pun diarahkan kepada ibu-ibu PKK dari seluruh kecamatan di Kabupaten Semarang.

Baca juga:  Fix!!! Ngesti Nugraha-Nur Arifah Diusung 8 Parpol di Pibup Semarang

“Awalnya ini hanya iseng. Terus berpikir, bagaimana kalau kegiatan ini untuk bapak-bapak dan ibu-ibu. Setelah diskusi dengan teman-teman KPOTI, akhirnya digelar antartim PKK kecamatan se-Kabupaten Semarang,” ujar Bagus kepada Jateng Pos, di sela turnamen.

Menurutnya, respons masyarakat ternyata di luar dugaan. Semula jumlah pendaftar masih sedikit namun mendekati batas akhir pendaftaran seluruh kecamatan di Kabupaten Semarang yang berjumlah 19 akhirnya mengirimkan tim.

Setiap tim terdiri atas 11 pemain dan 5 official. Disebukan Bagus, hadang atau Gobak Sodor memang bukan permainan yang asing. Bahkan olahraga tradisional tersebut juga telah dipertandingkan hingga tingkat nasional.

Namun turnamen Ojo Dumeh Cup kali ini memang tidak diarahkan untuk mencari atlet profesional. Yang ingin dibangun adalah suasana bermain sekaligus mengenalkan kembali permainan tradisional kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Tujuannya supaya ibu-ibu PKK juga tahu bagaimana permainan olahraga tradisional ini. Nanti mereka bisa mengajarkan kepada anak-anaknya,” ujarnya.

Bagus berharap ke depan konsep pelestarian permainan tradisional ini bisa diperluas. Salah satunya dengan menggelar kompetisi dari tingkat desa, kemudian kecamatan hingga kabupaten.

“Kalau ada anggarannya, kami adakan lagi. Tadi juga sudah dibicarakan rencana kegiatan tingkat desa. Jadi antardesa, kemudian kecamatan, baru naik ke tingkat kabupaten,” pungkasnya.

Bagus Suryokusumo (duduk depan) bersama para pemenang turnamen Hadang Ojo Dumeh Cup antaribu-ibu PKK Se-Kabupaten Semarang di GOR Wujil, Minggu (27/9/2026). FOTO: MUIZ/JATENGPOS

Tawa Masa Kecil Kembali

Ny Cholid Mawardi, peserta dari Tim PKK Kecamatan Ungaran Barat mengatakan pertandingan ini menghadirkan pengalaman yang sulit digantikan permainan modern. Ia mengaku senang karena permainan yang dulu menjadi bagian dari masa kecilnya kini kembali dimainkan.

“Kami dari tim penggerak PKK merasa bahagia karena ini adalah permainan zaman dulu yang sekarang sudah banyak dilupakan. Alhamdulillah, tim Ojo Dumeh Cup mengadakan untuk PKK desa dan kelurahan se-Kabupaten Semarang,” tutur istri Cholid Mawardi Camat Ungaran Barat ini.

Tim Ungaran Barat sendiri hanya sempat menjalani dua kali latihan sebelum pertandingan. Hasilnya mungkin belum sesuai harapan, namun kekalahan tidak membuat mereka kecewa. Justru pengalaman bermain bersama dan suasana pertandingan menjadi cerita tersendiri.

Baca juga:  Sri Rahayu Terharu Mendapat Predikat Lulusan Terbaik Wisuda XII UNW Ungaran

“Kegiatannya sangat seru, mengingatkan saat bermain pada masa kecil dulu. Kami hanya dua kali latihan. Kalau kalah ya legawa karena memang kurang persiapan,” katanya.

Cerita serupa disampaikan Ana (52), peserta dari Tim PKK Kecamatan Bandungan. Menurut dia, turnamen tersebut memiliki nilai lebih karena menjadi salah satu cara mengenalkan permainan tradisional kepada generasi yang mungkin tidak pernah memainkannya.

“Kegiatan ini sangat positif karena generasi kita banyak yang tidak tahu permainan ini. Kami sangat antusias karena mengingatkan masa kecil. Kami berharap tahun-tahun berikutnya diadakan lagi,” ujarnya.

Ojo Dumeh Cup sendiri merupakan bagian dari rangkaian kegiatan diinisiasi Bagus melalui program Ojo Dumeh Kalem Wae. Sebelumnya, ia menggelar Ojo Dumeh Fest menghadirkan pentas kesenian tradisional di 19 kecamatan. Konsepnya, setiap kecamatan diberi ruang untuk menampilkan kesenian tradisional yang menjadi kekhasan daerahnya.

Setelah permainan tradisional, agenda lain juga telah disiapkan. Rencana diadakan kejuaraan karate tingkat pelajar. Selain menjadi ajang kompetisi, peserta nantinya berkesempatan mendapatkan piagam penghargaan yang dapat digunakan untuk mendukung jenjang pendidikan.

Kemudian, festival musik antarpelajar SMP dan SMA se-Kabupaten Semarang. Ada pula lomba grup musik anak muda tingkat kabupaten yang dijadwalkan berlangsung di Balai Pemuda Ambarawa pada 18 Oktober 2026, bertepatan dengan rangkaian peringatan Sumpah Pemuda.

Selanjutnya olahraga turnamen bola voli antarkecamatan direncanakan digelar pada 3-4 November 2026 mendatang.

Di GOR Wujil, Minggu itu, Gobak Sodor membuktikan bahwa permainan sederhana tak selalu kehilangan tempat di tengah zaman yang serba digital. Cukup dengan garis-garis di lantai, sekelompok pemain, dan sedikit ruang untuk berlari, masa kecil bisa kembali hadir.

Adapun pemanang Turnamen Hadang Ojo Dumeh Cup 2026; juara I diraih Tim PKK Kecamatan Bergas, Juara II Tim PKK Kecamatan Jambu, dan juara III diraih Tim PKK Kecamatan Bandungan dan Kecamatan Susukan. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...