JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Tim PPK Ormawa Forum Studi Teknik (FST) Universitas Diponegoro (UNDIP) melakukan peresmian dan penyerahan alat AgroShield kepada masyarakat Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Kegiatan peresmian ini menjadi salah satu tahapan dalam penerapan program SAHABAT TANI: Sistem Cerdas Pengendalian Hama Tikus Berbasis Ultrasonik dan Biopestisida dengan Energi Surya untuk Smart Farming Berkelanjutan Desa Brongkol.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Pemerintah Desa Brongkol, Pemerintah Kecamatan Jambu, Bapperida Kabupaten Semarang, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Semarang, serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Jambu. Kehadiran berbagai stakeholder tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penerapan inovasi teknologi pertanian sekaligus keberlanjutan program di Desa Brongkol.
Dalam rangkaian acara, Tim PPK Ormawa FST UNDIP memberikan penjelasan mengenai AgroShield, mulai dari konsep, fungsi, komponen, hingga mekanisme kerja alat dalam menangani hama tikus. Penjelasan juga dilengkapi dengan SOP Pengoperasian AgroShield agar masyarakat memiliki pedoman dalam mengoperasikan, merawat, serta menggunakan alat sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik pengoperasian AgroShield. Masyarakat dan Kelompok Kader SAHABAT TANI diberikan kesempatan untuk melihat secara langsung mekanisme kerja alat sekaligus mempraktikkan tahapan pengoperasiannya. Sesi tersebut kemudian dilengkapi dengan tanya jawab sehingga peserta dapat mendiskusikan berbagai hal teknis terkait penggunaan dan pemeliharaan AgroShield.
“Peresmian AgroShield ini menjadi momentum penting karena teknologi yang sebelumnya dikembangkan dan diuji bersama kini mulai diterapkan secara langsung di masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya meresmikan alat, tetapi juga memastikan Kelompok Kader SAHABAT TANI yang kami bentuk dapat memahami SOP dan mampu mengoperasikan AgroShield secara mandiri,” ujar Muhammad Raf’at, perwakilan Tim PPK Ormawa FST UNDIP.
Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan alat AgroShield secara simbolis kepada Bapak Alex selaku Ketua Kelompok Kader SAHABAT TANI. Penyerahan tersebut menjadi simbol dimulainya pengelolaan dan pemanfaatan AgroShield oleh masyarakat Desa Brongkol sebagai bagian dari upaya pengendalian hama tikus berbasis teknologi.

Keberadaan Kelompok Kader SAHABAT TANI diharapkan dapat menjadi penggerak keberlanjutan program setelah pelaksanaan PPK Ormawa selesai. Kader tidak hanya berperan sebagai pengguna alat, tetapi juga diharapkan mampu melakukan pemantauan, perawatan, serta membantu memperkenalkan teknologi kepada masyarakat lain yang menghadapi permasalahan serupa.
“Harapan kami, AgroShield tidak berhenti sebagai sebuah alat yang selesai dibuat dan diresmikan, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Kami berharap Kelompok Kader SAHABAT TANI dapat menjadi penggerak dalam keberlanjutan program, sehingga manfaat inovasi ini dapat dirasakan dalam jangka panjang dan ke depannya dapat direplikasi di wilayah lain yang memiliki permasalahan hama tikus,” tambah Raf’at.
Dengan adanya peresmian dan penyerahan AgroShield, program SAHABAT TANI memasuki tahap penguatan keberlanjutan di tingkat masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah, serta berbagai stakeholder diharapkan dapat mendukung pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan sekaligus mendorong Desa Brongkol menuju penerapan smart farming yang adaptif dan berkelanjutan. (tim/muz)





