Wujudkan Jateng Bebas Narkotika, BNNP Jateng Bimtek IBM


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG — Pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak cukup hanya mengandalkan penindakan. Peran masyarakat dalam deteksi dini, pendampingan, dan pemulihan menjadi bagian penting untuk membangun lingkungan yang tangguh terhadap narkotika.

Semangat tersebut diperkuat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah melalui Bimbingan Teknis Agen Pemulihan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) Rejosari, di Ruang Bharadaksa BNNP Jawa Tengah, Selasa (29/9/2026), lalu.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas Agen Pemulihan dalam mengenali persoalan penyalahgunaan narkotika, memberikan dukungan awal, serta menghubungkan masyarakat dengan layanan rehabilitasi yang sesuai.

Plt. Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol. Drs. Edi Swasono, mengatakan Agen Pemulihan memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan masyarakat.

“IBM merupakan bentuk nyata keterlibatan masyarakat dalam upaya P4GN. Agen Pemulihan diharapkan mampu mengenali potensi permasalahan sejak dini, memberikan dukungan awal, serta menghubungkan masyarakat dengan layanan yang tepat,” ujarnya.

Baca juga:  Mangkrak, Pengunjung Keluhkan Halte BRT Semarang Zoo  

Menurut Edi, pencegahan dan pemulihan membutuhkan kolaborasi antara BNN, pemerintah wilayah, layanan kesehatan, Bapas, aparat kewilayahan, keluarga, dan masyarakat.

“Yang kita bangun bukan hanya kemampuan individu Agen Pemulihan, tetapi juga jejaringnya,” katanya.

Katim Rehabilitasi BNNP Jawa Tengah Sardiyanto, menegaskan Agen Pemulihan bukan pengganti tenaga profesional. Mereka berperan sebagai bagian dari jejaring pemulihan yang membantu mengenali masalah, memberikan motivasi, dan melakukan rujukan ketika dibutuhkan.

Sementara itu, Agen IBM Rejosari Wahyu Harso Prakoso, menyebut wilayah Rejosari memiliki 15 RW dengan sejumlah kondisi sosial yang membutuhkan perhatian. Menurutnya, penguatan pencegahan penting agar lingkungan tidak dimanfaatkan sebagai tempat aktivitas narkotika.

“Kami ingin IBM tidak hanya menjadi program, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat. Ketika ada warga yang membutuhkan dukungan untuk pulih, masyarakat harus tahu ke mana dan siapa yang dapat dihubungi,” ujarnya.

Baca juga:  Milad ke-26, Unimus Unggul dalam Pengembangan Pendidikan

Melalui penguatan IBM, BNNP Jawa Tengah mendorong masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi tentang bahaya narkotika, tetapi turut menjadi bagian dari solusi melalui pencegahan, deteksi dini, dukungan pemulihan, dan rujukan layanan.

Edi menegaskan, setiap upaya mencegah penyalahgunaan dan mendukung seseorang untuk pulih merupakan kontribusi menuju Jawa Tengah Zero Prevalensi Narkotika 2045.

Dari Rejosari, pesan itu ditegaskan kembali: masyarakat berani peduli, berani mencegah, dan berani mendukung pemulihan demi lingkungan yang semakin tangguh tanpa narkotika. (ucl/rit)


TERKINI

Membaca Hasil PISA 2025; Apresiasi Kritis!

Rekomendasi

...