JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena memberi apresiasi atas sukses digelarnya event Malam Anugerah LOFF 2026 di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Jumat (23/10) malam.
Menurutnya, Kota Semarang memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat perfilman sekaligus penggerak ekonomi kreatif melalui penguatan ekosistem sinema.
“Potensi tersebut tidak hanya berasal dari lokasi syuting, tetapi juga mencakup busana, wastra, kuliner, hingga sektor perhotelan dan pariwisata,” katanya.
Lanjutnya, Semarang juga berpeluang menjadi hubungan perfilman bagi daerah-daerah di sekitarnya, seperti Yogyakarta dan Bali.
“Dengan demikian, aktivitas perfilman di Semarang diharapkan mampu mendorong kolaborasi lintas daerah sekaligus memperluas peluang bagi pelaku ekonomi kreatif,” imbuhnya.
Upaya mengembangkan potensi tersebut sejalan dengan langkah Pemerintah Kota Semarang yang terus mendorong tumbuhnya ekosistem perfilman melalui penyelenggaraan Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF).
Festival film pendek yang memasuki tahun kedua ini menjadi wadah bagi sineas muda untuk mengembangkan kreativitas dan menghasilkan karya berkualitas.
Usia kegiatan, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan festival tersebut bertujuan menggairahkan kreativitas generasi muda di bidang perfilman.
Pengembangan perfilman tidak cukup hanya dengan memproduksi film atau menjadikan Semarang sebagai latar pengambilan gambar. Lebih dari itu, diperlukan ekosistem yang melibatkan berbagai sektor pendukung.
“Sinema itu tidak hanya produksi film, tidak hanya menjadi setting film, tidak hanya menciptakan dan artis dari Kota Semarang. Tidak hanya sekadar itu, tapi membangun ekosistem,” tuturnya.
Lanjutnya, ekosistem tersebut mencakup sektor perhotelan, pariwisata, serta berbagai bidang lain yang dapat tumbuh seiring meningkatnya aktivitas produksi film di Semarang.
“Secara bertahap ekosistem tersebut, membuka peluang bagi lebih banyak rumah produksi untuk berkarya dan menjadikan Semarang sebagai lokasi pengambilan gambar.Kemudian, bisa menghadirkan banyak sekali production house untuk membuat film dan setting di sini,” terangnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, LOFF diikuti 167 film pendek dari berbagai daerah. Karya-karya tersebut berkompetisi dalam tiga katagori, yakni pelajar, mahasiswa, dan umum.
Dalam Malam Anugerah LOFF 2026, film Sri Rejeki meraih penghargaan film pendek terbaik kategori pelajar. Sementara itu, kategori mahasiswa dimenangkan oleh Curhatan Revi Siterusah, sedangkan katagori umum diraih Throughout These Cages.
Penyelenggaraan LOFF 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ruang kreatif bagi sineas muda sekaligus membuka peluang bagi Semarang untuk mengembangkan industri perfilman yang terhubung dengan pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif daerah. (ucl/rit)








