30 C
Semarang
Kamis, 22 Januari 2026

Bantuan 40 Juta Untuk Bangun Rumah

JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Program pembangunan rumah subsidi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) kembali diturunkan kepada masyarakat Indonesia yang belum memiliki rumah.

PT Arion Karya Indonesia bersama dengan Bank Jateng Cabang Kendal siap memberikan kredit bantuan pembangunan rumah baru melalui program Bantuan Penyediaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

Subsidi ini diberikan antara 38 hingga 40 juta untuk setiap keluarga yang masuk dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau penghasilan di bawah 6 juta sebulan.

Di Kabupaten Kendal, program bantuan subsidi rumah dengan nominal Rp 38 juta – Rp 40 juta ini menyasar sekitar 60 ribu keluarga yang berstatus belum mempunyai tempat tinggal pribadi.

Kepala Bidang Perumahan Rakyat Disperkim Kendal, Zihawari Hidayat saat serah terima kredit BP2BT di Kantor Bank Jateng Cabang Kendal, Senin (18/10) mengatakan,

“Di Kendal saja saat ini lebih kurang ada 60.066 kepala keluarga (KK) yang belum memiliki rumah. Ia berharap, dengan adanya program BP2BT ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memiliki rumah baru.”

Baca juga:  KPU Jateng: Ada 19 Locus di Jateng Ajukan Gugatan Pemilu ke MK

Selain itu, pelaku UMKM yang memang belum memiliki rumah. “Atau punya rumah tapi kondisinya rumah tidak layak huni  (RTLH). Maka bisa mengajukan BP2BT ini dengan sistem pembangunan secara swadaya,” jelasnya.

Keluarga Nurul Falah di depan rumahnya yang akan direnovasi dengan biaya subsidi.

Wakil Pimpinan Bank Jateng Cabang Kendal, Djoko Salbiyanto mengatakan bahwa Bank Jateng siap memproses seluruh pengajuan bantuan subsidi rumah melalui BP2BT. Besar pinjaman yang dikucurkan sebesar Rp 38-40 juta. “Bisa diangsur selama lima tahun dengan angsuran rendah setiap bulannya disesuaikan dengan kemampuan nasabah,” paparnya.

Syarat pengajuan, yakni telah memiliki tanah hak milik dengan luasan tanah maksimal 200 meter. Belum memiliki rumah dan berpenghasilan dibawah Rp 6 juta per bulan. “Program ini terbuka untuk seluruh masyarakat, sehingga bisa segera memiliki rumah,” tuturnya.

Owner PT Arion Karya Indonesia, Ariel Yonathan menjelaskan, pembangunan setiap rumah diperkirakan menghabiskan waktu 2-3 bulan. Kabupaten Kendal merupakan projek pembagunan yang pertama dan akan diausul pembangunan rumah subsidi yang sama juga di Kabupaten Boyolali dan Demak.

“Kami dukung penuh program ini agar ke depan lebih banyak lagi keluarga yang memiliki rumah sendiri. Angsurannya juga ringan hanya sekitar 1 jutaan perbulan bahkan bisa dibawah 1 juta. Kami juga fasilitasi desain sesuai yang sudah ditentukan,” terangnya.

Baca juga:  Meski Turun, Kasus Stunting di Demak Masih Tinggi

“Jadi tidak hanya Kredit Perumahan Rakyat (KPR). Tapi yang sudah punya tanah tapi tidak punya kemampuan membangun, dibantu pemerintah melalui BP2BT ini,” tandasnya.

Selaku pembangun, pihaknya telah menyediakan beberapa tipe jenis rumah yakni tipe 36 sampai 48 meter persegi. “Kami juga menyediakan desain rumah, sehingga penerima manfaat tidak perlu repot. Kerangka yang kami bangun juga kokoh sesuai, karena BP2BT ini adalah rumah sehat dan nyaman,” tuturnya.

Sementara Salah satu penerima manfaat bantuan subsidi rumah, M  Nurul Falah, mengaku sangat senang. Ia dan istrinya Nur Samawati setelah 15 tahun pernikahan akhirnya bisa memiliki rumah sendiri.

“Kami sudah beli tanah, tapi belum mampu membangun rumah sendiri. Jadi selama ini tinggal bersama di rumah ruang tua. Untung ada subsidi rumah BP2BT ini, jadi impian kami memiliki rumah bisa terwujud,” kata Bapak tiga anak ini. (Prast.wd/biz/sgt)


TERKINI

Rekomendasi

...