26.8 C
Semarang
Jumat, 29 Agustus 2025

Tim PKM UMK Dampingi Guru SDLB Sunan Kudus Dalam Pemanfaatan Application for Prevention of Sexual Harassment dengan pendekatan budaya lokal moerija Sebagai Upaya Pendidikan Seksual Pada Siswa Berkebutuhan Khusus

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Tim pengabdian Universitas Muria Kudus dalam skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) melakukan kegiatan pelatihan, pendampingan dan penerapan APSEN (Application for Prevention of Sexual Harassment) dengan pendekatan budaya lokal moerija yang bertujuan untuk mengenalkan pendidikan seksual dalam rangka pencegahan pelecehan pada siswa ABK di SDLB Sunan Kudus.

Kegiatan pelatihan merupakan serangkaian kegiatan PKM yang dilaksanakan di SDLB Sunan Kudus dengan melibatkan guru dan siswa. Tujuan PKM ini adalah  sebagai upaya pengenalan pendidikan seksual untuk pencegahan tindakan pelecehan seksual pada anak berkebutuhan khusus melalui pemanfaatan APSEN (Application for Prevention of Sexual Harassment) dengan pendekatan budaya lokal moerija.

Savitri Wanabuliandari, S.Pd., M.Pd sebagai ketua tim pelaksana kegiatan yang didampingi oleh Sekar Dwi Ardianti, S.Pd., M.Pd dan Evanita S.Kom, M.Kom. sebagai anggota mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang dilaksanakan bersama mitra yakni SDLB Sunan Kudus.

“Pendidikan seksual bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) peting untuk dikenalkan. Salah satu tujuan utamanya adalah membangun kesadaran anak tentang tubuh mereka sendiri, termasuk pemahaman yang jelas mengenai bagian tubuh pribadi dan umum. Selain itu, pendidikan seksual ini bertujuan untuk melindungi ABK dari pelecehan seksual dengan memberikan pengetahuan tentang perilaku yang tidak pantas dan bagaimana mereka dapat mengenali, menolak, serta melaporkan situasi yang berpotensi berbahaya. Pendidikan ini juga berperan dalam mengembangkan rasa percaya diri dan harga diri anak, membantu mereka merasa nyaman dengan tubuh dan identitas seksualnya. Di samping itu, ABK diajarkan mengenai pentingnya batasan sosial dan pribadi, sehingga mereka dapat memahami cara yang tepat untuk mengekspresikan kasih sayang dan perhatian dalam batasan yang sesuai dengan norma sosial. Pendidikan seksual juga mempersiapkan ABK menghadapi masa pubertas dengan informasi yang mudah dipahami terkait perubahan fisik dan emosional yang akan mereka alami. Terakhir, pendidikan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi ABK dalam menyampaikan kebutuhan dan batasan mereka secara tepat, yang penting dalam hubungan interpersonal. Pengajaran pendidikan seksual bagi ABK harus disesuaikan dengan kemampuan kognitif mereka dan disampaikan secara konkret serta visual agar mudah dipahami.

Baca juga:  Kapolda  Apresiasi Bupati Wonogiri, Apel Tiga Pilar Gelar Pilkada Sukses tanpa Ekses

Pendidikan seksual sebaiknya sudah dikenalkan sejak dini. Hal ini bertujuan agar anak berkebutuhan khusu terhindar dari pelecehan seksual. dapat mengenali dan memahami  pencehagan ketika terjadi pelecehan seksual terhadap dirinya. Semua anak berhak mendapatkan pendidikan seksual tidak terkecuali siswa berkebutuhan khusus. Salah satu cara untuk memperkenalkan pendidikan seksual pada anak berkebutuhan khusus yaitu dengan memberikan penjelasan terkait pengenalan anggota tubuh yang dikemas dalam bentuk menarik pada aplikasi APSEN. Selain penyampian materi dan penampilan yang menarik, APSEN memiliki keunggulan fitur yakni fitur TANGGAP yang dapat menjaga keamanan siswa berkebutuhan khusus dengan memberikan notifikasi langsung kepada guru. Kegiatan ini merupakan kegiatan pemberdayaan kemitraan masyarakat yang didanai oleh Kemdikbudristek pada tahun 2024”.

Hesti Noor Khasanah, S.Pd. sebagai kepala sekolah dalam sambutannya mengatakan bahwa pihak sekolah sangat mendukung kegiatan permberdayaan kemitraan masyarakat dari Universitas Muria Kudus. “Kami mendukung pemanfaatan aplikasi APSEN yang mengintegrasikan budaya lokal Moerija di SDLB Sunan Kudus serta mengucapkan terimakasih kepada UMK dan Kemdikbud atas kegiatan yang dilaksanakan disekolah ini. Semoga pemanfaatan APSEN  melalui kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan dampak baik untuk guru serta siswa berkebutuhan khusus untuk kedepannya”, tuturnya.

Baca juga:  Ruas Tol Solo-Yogyakarta Seksi 1 Diresmikan, Efisienkan Waktu Tempuh dan Jadi Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi

Pendekatan dalam Pemberdayaan Kemitraaan Masyarakat merupakan bentuk pengenalan pendidikan seksual untuk mencegah pelecehan seksual pada ABK. Bentuk kegiatan Pemberdayaan Kemitraaan Masyarakat ini adalah pelatihan interaktif dan pendampingan sehingga terjadi interaksi dua arah antara tim PKM dan peserta kegiatan. Guru SDLB Sunan Kudus antusias mengikuti kegiatan pelatihan dan pendampingan yang diberikan. Guru menyatakan bahwa aplikasi APSEN ini sudah dikemas dalam bentuk menarik dan tentunya sudah memanfaatkan penggunaan aplikasi android yang dapat terhubung antara siswa dengan guru. Sebagai bentuk keberlanjutan program PKM tim memberdayakan guru SDLB Sunan Kudus untuk membentuk komunitas guru khusus pelindung ABK dari pelecehan seksual. Harapannya melalui kegiatan PKM ini dapat bermanfaat bagi SDLB Sunan Kudus.

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan beberapa mahasiswa dari berbagai program studi di UMK yaitu Program Studi Pendidikan Matematika, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Psikologi, dan Teknik Informatika. Kegiatan PKM memberikan pengalaman kepada mahasiswa. Selain itu, mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini memperoleh konversi pada mata kuliah tertentu sebagai bentuk kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Ketua tim pelaksana dan anggota mengucapkan terima kasih kepada Kemdikbud yang telah mendanai kegiatan Pemberdayaan Kemitraaan Masyarakat.


TERKINI

JNE Resmikan Sales Counter di IKN

RUPSLB PGN Tetapkan Pengurus Baru

Rekomendasi

Lainnya