JATENGPOS.CO.ID,SEMARANG – Sebanyak 12 pemerintah provinsi yang tergabung dalam Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) memperkuat sinergi ketahanan pangan dan energi berkelanjutan di tengah ancaman perubahan iklim dan potensi kemarau panjang 2026. Pertemuan antardaerah itu digelar dalam Business Meeting Forum Mitra Praja Utama di Hotel Tentrem Semarang, Senin (11/5/2026).
Forum bertema “Sinergi Ketahanan Pangan dan Energi Berkelanjutan sebagai Strategi Mitigasi Dampak Perubahan Iklim” tersebut diikuti pemerintah provinsi Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, dan Kepulauan Riau.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin, mengatakan, forum tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kerja sama antardaerah, terutama dalam menjaga stabilitas pasokan dan distribusi pangan.
“Melalui forum ini nanti bisa ditemukan mana yang punya produk tertentu. Nanti bisa diserap di provinsi lain. Sehingga menjadi jaminan terserapnya produk-produk di wilayah anggota MPU,” ujar Sumarno usai membuka acara.
Menurutnya, tantangan ketahanan pangan kini semakin kompleks akibat perubahan iklim yang memengaruhi cuaca dan pola tanam. Bahkan, tahun ini diperkirakan terjadi kemarau panjang yang berpotensi mengganggu produksi pertanian.
Selain faktor iklim, sektor pertanian juga menghadapi ancaman kerusakan lingkungan, alih fungsi lahan, hingga minimnya regenerasi petani muda. Karena itu, Pemprov Jawa Tengah terus mendorong inovasi pertanian agar sektor tersebut semakin menarik bagi generasi milenial.
“Pertanian harus menjadi sektor yang modern, produktif, dan memiliki daya tarik ekonomi bagi anak-anak muda,” katanya.
Sumarno menambahkan, forum MPU diharapkan tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi mampu melahirkan aksi konkret antardaerah melalui penguatan rantai pasok, peningkatan konektivitas wilayah, hingga kerja sama investasi dan bisnis pangan.
Sementara itu, Direktur Eksekutif FKD MPU Suhajar Diantoro dalam sambutan tertulis yang dibacakan Zulfikri Armada menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas penyelenggaraan forum tersebut.
Ia menilai, forum MPU menjadi wujud nyata komitmen kolaborasi antardaerah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat kesejahteraan bersama.
“Kita ingin forum ini tidak berhenti sebagai ruang temu, tetapi menjadi ruang interaksi yang melahirkan aksi nyata, termasuk kontrak kerja sama yang berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui forum bisnis tersebut, pemerintah provinsi anggota MPU diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan dan potensi masing-masing daerah secara lebih efisien, sehingga tercipta ekosistem perdagangan pangan yang saling menguntungkan di tengah tantangan perubahan iklim global. (*)













