JATENGPOS.CO.ID SEMARANG – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Semarang Nunung Sriyanto, memastikan partainya tetap fokus mensukseskan program Presiden Prabowo Subianto. Adanya keinginan sepihak yang memunculkan kemungkinan perubahan politik sebelum 2029 dinilai sebagai upaya yang hanya menambah kegaduhan saja.
“Pernyataan yang mengarah pada spekulasi tersebut justru berpotensi mengganggu stabilitas politik dan hanya menambahkan kegaduhan di masyarakat,” ujar Nunung Sriyanto. Saat ditemui kemarin Nunung menegaskan, pemerintah saat ini harus diberi kesempatan untuk menjalankan mandat serta program pembangunan yang telah diagendakan.
Sebagai politisi Nunung Sriyanto juga mempertanyakan apa latar belakang munculnya pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan dinamika politik yang berlangsung lebih cepat dari 2029. “Pak Budi Arie menyampaikan itu justru malah timbul pertanyaan, ada maksud apa?” ujar Nunung Sriyanto.
Ketua Fraksi Gerinrda DPRD Kota Semarang ini mengingatkan bahwa hubungan Presiden Prabowo dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo selama ini berjalan baik. Terlebih, Gibran yang merupakan putra Jokowi saat ini menjadi wakil presiden mendampingi Prabowo.
“Semestinya dia bisa menilai selama ini persahabatan dan hubungan antara beliau Pak Prabowo dengan Pak Jokowi terjalin dengan baik,” katanya. Menurutnya, masa jabatan presiden dan wakil presiden telah memiliki landasan konstitusional yang sah sehingga tidak perlu pihak yang membangun opini seolah-olah pemerintahan Prabowo-Gibran akan berhenti sebelum masa jabatan berakhir.
“Saya mengingatkan bahwa masa jabatan di pemerintahan itu telah diatur secara konstitusional dengan periode lima tahun,” tegasnya. Ia bahkan menyatakan Gerindra Kota Semarang akan mengambil sikap tegas apabila pernyataan tersebut diarahkan untuk membangun persepsi bahwa pemerintahan Prabowo tidak akan berlangsung hingga 2029.
“Kalau memang Budi Arie berniat membangun narasi seolah-olah pemerintahan Prabowo tidak akan bertahan hingga 2029, kami tolak keras, kami lawan,” ucap Nunung Sriyanto. Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang ini menilai pembahasan mengenai kontestasi politik 2029 belum menjadi hal yang mendesak.
Pemerintah, kata dia, masih memiliki banyak pekerjaan dan program prioritas yang perlu dikawal agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Narasi itu rasanya kurang tepat di tengah Prabowo-Gibran sedang melaksanakan program prioritas pembangunan. Kami sangat menyayangkan narasi itu,” ujarnya.
Nunung Sriyanto memastikan jajaran Gerindra Kota Semarang tetap solid mendukung program pemerintahan Prabowo-Gibran. Fokus partai, lanjutnya, adalah memastikan berbagai kebijakan pemerintah dapat berjalan dengan baik dan manfaatnya dirasakan masyarakat.
“Saya mewakili seluruh pengurus dan kader Gerindra Kota Semarang mendukung pemerintahan Prabowo untuk menjalankan mandat hingga akhir masa jabatan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Ia juga menilai stabilitas politik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan. Situasi yang kondusif diyakini dapat membuat pemerintah bekerja lebih optimal sekaligus memberikan kepastian bagi aktivitas ekonomi dan dunia usaha.
“Masyarakat saat ini membutuhkan stabilitas dan suasana yang kondusif. Kondisi politik yang aman penting agar pemerintah dapat bekerja secara optimal, sementara dunia usaha dan perekonomian dapat terus bergerak,” tegasnya.
Karena itu, Nunung Sriyanto mengharapkan masyarakat tidak mudah terbawa oleh berbagai spekulasi politik mengenai Pilpres 2029. Menurutnya, proses demokrasi sudah memiliki mekanisme dan tahapan yang jelas sehingga pembahasannya tidak perlu dipercepat melalui wacana-wacana yang dapat menimbulkan keresahan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terburu-buru larut dalam pembahasan Pilpres. Belum saatnya membahas Pilpres, masih jauh. Sekarang yang terpenting fokus mengawal program Pak Prabowo untuk kesejahteraan rakyat,” tuturnya. (sgt)




