27 C
Semarang
Kamis, 30 April 2026

Disnaker: COVID-19 Berdampak Penambahan Jumlah Pengangguran di Solo




JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Surakarta, Jawa Tengah menyatakan pandemi COVID-19 berdampak pada penambahan jumlah pengangguran di daerah itu, menyusul terpuruknya sejumlah sektor ekonomi, salah satunya pariwisata.

“Jumlah pengangguran terbuka sebelum pandemi sebesar 4,17 persen, sedangkan per Desember dari laporan BPS (Badan Pusat Statistik) kita sudah naik ke 7,6 persen. Ini akibat pandemi COVID-19,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Surakarta Agus Sutrisno di Solo, Senin.

Dengan penambahan tersebut, dikatakannya, artinya banyak pekerja yang bekerja di sektor formal maupun nonformal yang menganggur akibat pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Akibat pandemi ini ada penambahan sekitar 10.000 pengangguran terbuka. Di sisi lain ada sekitar 3.000 angkatan kerja baru,” katanya.


Baca juga:  Rajin Salat Dhuha, Fatin jadi CJH Termuda Karanganyar

Ia mengatakan penambahan angka pengangguran ini paling banyak disumbang sektor pariwisata, di antaranya hotel, restoran, dan transportasi di mana terdampak langsung pandemi COVID-19.

Pihaknya mencatat para pengangguran ini paling banyak berasal dari perusahaan skala menengah, sedangkan skala kecil justru tidak terlalu terdampak mengingat tenaga kerja yang dimiliki juga tidak sebanyak skala menengah.

Ia mengatakan dengan penambahan tersebut saat ini jumlah pengangguran terbuka di Kota Solo mencapai 22.800 orang.

Terkait dengan penambahan ini, pihaknya dengan instansi lain terus berupaya memberikan pendampingan agar para penganggur bisa segera mengentaskan diri.

Ia mengatakan salah satu pendampingan yang diberikan adalah pelatihan usaha.

“Memang kalau pelatihan ini ditujukan untuk ‘upskill’ (naik kelas) susah karena latar belakangnya yang merupakan pekerja. Namun demikian, kami didik dengan ketrampilan baru, harapannya jadi wirausaha, bukan jadi pekerja,” katanya.

Baca juga:  Gibran Instruksikan Tracing Klaster Bukber Diperlebar

Ia mengatakan untuk pelatihan sendiri masih dilakukan secara bertahap mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi COVID-19.

“Seperti belum lama ini kami menyelenggarakan pelatihan e-commerce, ada 300 yang daftar tetapi kami baru bisa melaksanakan 70 orang,” katanya.

Meskipun jumlah pengangguran akibat pandemi COVID-19 mengalami peningkatan, dikatakannya, sejauh ini pertumbuhan ekonomi di Kota Solo masih lebih baik jika dibandingkan dengan tingkat provinsi maupun nasional.

“Secara nasional maupun Jateng pertumbuhan ekonomi kita termasuk bagus. Untuk nasional sebesar -2,07 persen, Jateng -2,67 persen, dan Solo -1,72 persen,” katanya. (fid/ant)




TERKINI




Rekomendasi

...

Dialog Publik JLK Jelang Tahun Politik :...

Drs. H. Zainal Abidin Zain Ketua IPHI...

Abipraya Arena Siap Cetak Atlet Esport Jawa...

Mobile JKN-KIS Pangkas Antrian Pasien

Uang Rusak jadi Bahan Bakar Listrik PLTSa...