33.4 C
Semarang
Rabu, 6 Mei 2026

Pemkot Solo Siapkan Delapan Tempat Baru Isolasi Terpusat Covid-19




JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyiapkan delapan tempat baru untuk digunakan sebagai isolasi terpusat. Mengingat angka penyebaran Covid-19 di kota bengawan makin mengkhawatirkan.

Dari data per 6 Juli 2021, tercatat angka kasus aktif mencapai 3.494 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 3.212 orang menjalani karantina mandiri.

Walikota Solo, Gibran Rakabuming mengatakan, saat ini yang paling penting adalah memisahkan warga yang sehat dengan yang terpapar Covid-19. Dan memastikan mereka tidak bepergian, sehingga warga yang positif Covid-19 dan tanpa gejala (OTG)  harus menjalani karantina di isolasi terpusat.

“Tidak ada yang karantina mandiri. Karena karantina mandiri tidak efekti di pengawasannya, masih ada yang nekat keluar-keluar. Makanya semuanya kita tarik ke tempat isolasi terpusat,” ujarnya.

Karena itu, selain Asrama Haji Donudan, Pemkot juga menyiapkan lokasi sendiri di Kota Solo. Yakni Solo Techo Park (STP) serta delapan lokasi lainnya. Dimana rata-rata mampu menampung 80 hingga 170-an orang.

Baca juga:  Kronologi Kecelakaan Bus Maut di Bantul Terungkap !

“STP sudah penuh, makanya kita siapkan tempat lain. Yang sudah mulai terisi di SD Cemara Dua. Lainnya menyusul disiapkan ada di Graha Wisata Niaga, SMPN 25, SMPN 8, SMPN 19,  SDN Cengklik 1 dan dua serta dan SMPN 11,” paparnya.

 

Apabila tempat tersebut juga penuh, Gibran menegaskan siap menambah lokasi lainnya. “Nanti kita tambah pakai gedung-gedung sekolah yang baru. Karena bangunan baru kan kamar mandinya juga baru. Jadi warga nyaman di sana,” imbuhnya.

 

Ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih. Isolasi terpusat diutamakan bagi warga yang baru terpapar Covid-19. Atau belum ada lima hari. Bagi yang sudah menjalani lima hari lebih isolasi mandiri di rumah bisa melanjutkan isolasinya di rumah.

Baca juga:  Dibakar Massa Aksi, Bangunan Gedung DPRD Solo Tinggal Kerangka

 

“Untuk yang OTG yang belum ada lima hari kita ambil dari rumah. Kalau menolak kita akan minta bantuan dari Polresta,” ucapnya.

 

Selain SDN Cemara Dua yang sudah beroperasi, Ning, panggilan akrabnya akan mulai mempersiapkan SMPN 25 Solo sebagai lokasi sslanjutnya yang akan dibuka. Mengingat kondisi di SDN Cemara Dua sudah hampir penuh.

 

“Terdapat delapan tempat, sudah dipakai satu, ini mau saya pakai satu lagi. Karena angka kasusnya sangat tinggi. Selain mengirim ke tempat isolasi terpusat yang baru, untuk yang lama seperti AHD dan STP kalau ada kosong langsung kita kirim ke sana. Karena kan sifatnya banyumili, ada yang sembuh dan pulang juga kan. Jadi kita maksimalkan yang ada,” paparnya. (Jay/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...