33.4 C
Semarang
Rabu, 6 Mei 2026

PERAGI Komda Jawa Tengah Kembangkan Budidaya Alpukat di Wonogiri




JATENGPOS.CO.ID, WONOGIRI – PERAGI (Perhimpunan Agronomi Indonesia) Komisariat Jawa Tengah yang diketuai Prof. Dr. Ir. Bambang Pujiasmanto, M.S melakukan Penyuluhan Pengembangan Alpukat di Dukuh Wonokerto, Desa Wonokerto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri.

Kegiatan Penyuluhan dihadiri oleh Ketua Peragi Komda Jawa Tengah, Kepala dan Anggota Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Biodiversitas Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Juga ketua RT 03 RW 01 Agus Sulistiawan, dan warga.

Prof. Bambang menyampaikan bahwa Subsektor tanaman bahan makanan di Kabupaten Wonogiri memperoleh kontribusi dari berbagai macam komoditi tanaman pangan, sayuran dan buah-buahan. Jenis komoditas buah-buahan terdiri dari alpukat, durian, jambu, jeruk, mangga, manggis, nanas, pepaya, pisang, durian, salak, sawo, melon, dan semangka.

“Salah satu buah yang potensial adalah Alpukat. Buah ini banyak ditanam di Wonokerto Wonogiri. Ini yang akan kita kembangkan, selain bermanfaat untuk kesehatan, juga buah ini sangat laku untuk dijual sebagai sumber perekonomian warga,” kata Prof. Bambang, Kamis (3/3/2022).

Prof Bambang memaparkan cara budidaya alpukat secara vegetatif yaitu dengan bibit hasil okulasi. Tanaman alpukat tidak menghendaki persyaratan iklim yang ekstrim sehingga hampir di seluruh kondisi iklim di Indonesia relatif sesuai untuk pertumbuhan tanaman alpukat.

Baca juga:  Jumenengan Ke-4 Mangkunegara X, 18 Tokoh Terima Gelar, Termasuk Bambang Pacul dan Dirut Pertamina

Prof Bambang juga mempraktekkan cara okulasi, Ranting mata tempel varietas Fuertindo diiris bagian kulit dan kayunya dengan bentuk dan ukuran yang sama dengan irisan yang telah dibuat pada batang bawah. Irisan mata tempel disisipkan pada irisan batang bawah, kemudian diikat dengan tali.

Selain menyampaikan budidaya alpukat, Prof Bambang juga menyampaikan kandungan gizi dan manfaat alpukat. Sebagai menu diet, hingga mampu menurunkan resiko penyakit kardiovaskular.

Penelitian juga telah menunjukkan bahwa konsumsi alpukat dapat mengurangi kolesterol darah dan trigliserida secara signifikan, serta menurunkan kolesterol low-density lipoprotein (LDL) yang berpotensi berbahaya dan meningkatkan kolesterol baik high-density lipoprotein (HDL).

Alpukat memiliki profil nutrisi yang unik. Buah ini mengandung banyak serat dan kaya vitamin dan mineral, seperti vitamin B, vitamin K, kalium, tembaga, vitamin E, dan vitamin C. Setengah buah alpukat, sekitar 100 gram (g) mengandung 160 kalori.

Baca juga:  Kominfo RI Fasilitasi Kunjungan Jurnalis Papua ke Jakarta, Solo, Jogja

Kandungan alpukat selanjutnya adalah serat. Serat menempati sebagian besar kandungan karbohidrat (79%) buah alpukat. Satu porsi 100 g alpukat menyediakan 6,7 g serat, yang mana angka ini sangat tinggi karena menyediakan 24% dari nilai harian (DV).

Serat makanan merupakan komponen makanan penting dengan banyak manfaat kesehatan. Serat bermanfaat untuk mengatur nafsu makan, memberi makan bakteri ramah di usus, dan mengurangi risiko banyak penyakit, termasuk penyakit jantung, stroke, obesitas, diabetes tipe 2, dan depresi.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut ketua RT 03/01 Agus Sulistiawan, mengatakan warga sangat antusias dengan sosialisasi yang dilakukan Peragi Jateng tersebut.

“Didukung dengan lahan dan porsi luasan wilayah untuk pertanian khususnya tanaman bahan makanan lebih dari 40 % dari total luas wilayah Kabupaten Wonogiri, hal ini menunjukkan bahwa pertanian sangat potensial untuk dikembangkan.” Kata Agus Sulistiawan.

Ia berharap akan ada tindak lanjut berupa pendampingan agar potensi kebun Alpukat di Wonogiri khususnya di desa Wonokerto, bisa berkembang dan menjadi komoditi pertanian meningkatkan perekonomian warga. (Dea/bis)




TERKINI




Rekomendasi

...