JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Kepedulian SMA Muhammadiyah 1 (MUHI) Karanganyar layak diacungi jempol. Pasalnya, sejumlah kegiatan bakti sosial dan kemanusiaan antara lain, Bekam, Terapi Bio Elektrik, Pembagian Sembako, Buka Bersama, Mengajar TPA, dan Tarawih Berjamaah dan Kultum, Cek Kesehatan
gratis digelar di masjid -masjid untuk menyemarakkan bulan Ramadan dan meringankan kebutuhan masyarakat.
Ketua Panitia Kegiatan SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar, Wira Waskita Jati menjelaskan, kegiatan bakti sosial safari ramadan berbagi sembako ini untuk sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi dan kesulitan ekonomi. Pihaknya juga berharap dengan kegiatan ini anak-anak terdidik kepekaan sosialnya dan peduli terhadap kondisi di sekitarnya.
“Tema besar kegiatan ini memang safari ramadan berbagi sembako, jadi ya untuk syiar agama, menyemarakkan bulan suci Ramadan dan peduli sasama,” jelasnya kepada wartawan, kemarin (22/4).
Disebutkan Wira, kegiatan ini dilaksanakan selama 6 hari sejak tanggal 18-23 April 2022 di 6 Kecamatan meliputi, Kebakkramat, Tasikmadu, Jumantono, Matesih, Ngargoyoso, dan Sabtu ini di Tawangmangu. Untuk peserta kegiatan, lanjut dia, kegiatan melibatkan siswa dari Ikatan Pemuda Muhammadiyah, Hisbul Waton, dan PMR yang juga didampingi bapak ibu guru.
“Kita juga berharap kegiatan ini membantu meringankan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi dan kesulitan ekonomi saat harga-harga sedang naik sambil sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB),” ujarnya.
SMA MUHI Karanganyar, sudah terkenal sebagai Sekolah Penyelenggara Layanan Sistem Kredit Semester (SKS) sehingga pendidikan siswa bisa dijangkau selama 2 tahun. Di dalamnya juga mencakup berbagai program, di antaranya, Internasional Class Teknologi (ICT), Internasional Class Program (ICP), Kelas Tahfidz, dan Pondok Tahfidz Quran sudah punya pondok sendiri.
Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar, Sumarwanto, S.H., M.Pd mengungkapkan, bakti sosial ini merupakan kegiatan rutin untuk siswa kelas 10 yang mau naik ke kelas 11, sebelum pandemi, ini kegiatan berupa pengabdian ke pelosok desa, mengikuti orang tua asuh di desa setempat, siswa dididik mandiri yang biasanya tak bisa masak harus masak dan ikut kerja bakti kampung tersebut, jika orang tua asuh yang diikuti adalah seorang petani maka siswa harus turut membantu di sawah.
Sekarang, setelah pandemi dikonsep safari ramadan, bakti sosial di masjid, nanti juga harus memberikan kenang-kenangan baik berupa seperangkat alat sholat seperti sarung atau mukena.
“Meski beda konsep esensi peduli dan mengabdi insyaallah tetap sama. Semoga kegiatan ini berkah dan memberikan kemanfaatan untuk semua,” tagasnya. (yas/biz/rit)



