26 C
Semarang
Kamis, 22 Januari 2026

Pengap dan Sesak, Puskesmas Sukoharjo Kota Mendesak Relokasi

JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Sejumlah pasien mengeluhkan kondisi Puskesmas Sukoharjo Kota yang dinilai tidak lagi representatif, terutama saat terjadi lonjakan kunjungan. Ruangan tunggu yang penuh dan pengap, ditambah lokasi Puskesmas yang berada persis di pinggir jalan raya utama Solo-Wonogiri, menambah ketidaknyamanan pasien.

“Secara kualitas pelayanan di Puskesmas Sukoharjo itu bagus, yang jadi kendala hanya satu: tidak nyaman kalau pas kondisinya penuh pasien,” ujar Wati, salah satu pasien asal Sukoharjo.

Ia menambahkan, kondisi penuh sesak dikhawatirkan justru membuat pasien yang datang diantar menjadi ikut sakit.

Kepala Puskesmas Sukoharjo Kota, Kunari Mahanani, membenarkan keluhan tersebut. Sebagai Puskesmas Kota dengan status percontohan, ia mengakui fasilitas saat ini tidak representatif menghadapi tingginya animo masyarakat.

“Berdasarkan data kami, jumlah pasien JKN itu ada sekitar 45 ribu orang. Tingkat kunjungan rata-rata per hari mencapai 200–250 orang, kalau full bisa mencapai 350 pasien. Jadi memang betul sekali kondisinya boleh dikatakan tidak representatif,” jelas Kunari, saat dikonfirmasi Selasa (30/09).

Baca juga:  141 Warga Jemaah Masjid Hamzah Kartasura Berangkat Umrah Bersama, From Hamzah to Mekkah

Kunari bahkan mengatakan bahwa keluhan pasien lebih sering tertuju pada lokasi dan kondisi ruangan yang pengap saat menunggu, bukan pada kualitas layanan. Pihak Puskesmas sendiri telah melaporkan kondisi ini kepada pimpinan hingga Bupati Sukoharjo, dan sempat mendapat persetujuan untuk realokasi.

Puskesmas idealnya dipindahkan ke eks Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Jalan Veteran, lokasi yang strategis dan berada di tengah kota. Namun, informasi terbaru menyebutkan rencana tersebut dibatalkan dan Puskesmas diminta mencari lokasi lain.

Rencana relokasi ke eks Gedung Disdik tersebut ternyata juga mendapat sorotan dari legislatif.
Ketua Komisi IV DPRD Sukoharjo, Danur Sri Wardana, mengatakan Komisi IV merekomendasikan pengkajian ulang rencana relokasi ke eks Kantor Disdik. Alasannya, lokasi tersebut dianggap terlalu berdekatan dengan poliklinik kesehatan swasta, yang dikhawatirkan menimbulkan tumpang tindih layanan dan mengganggu pemerataan akses kesehatan.

Baca juga:  Seorang Pengedar Narkoba Ditangkap Polisi di Solo

“Komisi IV merekomendasikan pembangunan diarahkan ke Kelurahan Bulakan, Kriwen, atau Dukuh. Mengingat wilayah tersebut masih jauh dari jangkauan pelayanan kesehatan,” ujar Danur.

Meskipun di Bulakan sudah ada Puskesmas Pembantu (Pustu), Danur menilai fasilitas Pustu tidak selengkap Puskesmas utama. Ia menekankan bahwa Pustu idealnya ada di tiap kelurahan atau desa, sementara akses ke RSUD di wilayah kota sudah cukup memadai.

Kini, nasib relokasi Puskesmas Sukoharjo Kota masih menggantung, di tengah desakan pasien akan ruangan yang lebih nyaman dan perdebatan lokasi ideal antara pihak Puskesmas dan DPRD. (dea/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...