26 C
Semarang
Jumat, 30 Januari 2026

Dewan Desak Pemkab Ajukan Dana Inpres Atasi Persoalan Pasar

JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Sejumlah persoalan Pasar di Karanganyar dalam kondisi memprihatinkan, menuntut perbaikan mulai dari infrastruktur terkait kios, toilet, maupun drainase, hingga penataan pedagang, sampah, dan lain sebagainya.

Lantaran kondisi efisiensi, Komisi B dan C DPRD Karanganyar mendorong Pemkab Karanganyar pro aktif mencari dana Instruksi Presiden (Inpres). Karena keterbatasan anggaran di daerah.

Demikian terungkap dalam Audiensi atau Rapat Dengar Pendapat antara Komisi B dan C DPRD Karanganyar dengan Paguyuban Pedagang Pasar Kwadungan, Kecamatan Kerjo Terkait kebijakan Kondisi Pasar di Ruang Paripurna DPRD Karanganyar, Senin (19/1).

Anggota Komisi B DPRD Karanganyar, Wawan Pramono menjelaskan, saat ini banyak sekali persoalan terkait kondisi pasar di Karanganyar. Hampir semua pasar di Karanganyar, menurut Wawan Pramono, sebagian besar banyak problem yang terkait dengan sampah, parkir, drainase, dan banyak lagi. Ini perlu perhatian khusus pemerintah, apalagi ini menjelang Hari Raya Idul Fitri, ditambah lagi saat ini musim hujan.

“Dengan banyaknya persoalan di Pasar dan kondisi cuaca, jadi kita minta perhatian khusus pemerintah segera mungkin, segera melakukan tindakan untuk perbaikan khususnya drainase dan perbaikan yang mendesak,” tegas Wawan Pramono.

Politisi Partai Gerindra itu mendesak Pemerintah harus segera melakukan langkah konkrit untuk mencari solusi seluruh persoalan Pasar yang mendesak, mulai dari sampah dan kotoran yang harus dibersihkan, penataan pedagang, drainase, parkir, dan lainnya.

Baca juga:  Atlet Paralimpiade Terima Ucapan Khusus dari Gubernur Jateng dan Menpora RI Usai Wisuda S2

“Langkah konkrit harus dilakukan, segera. Sambil menunggu pengajuan untuk Inpres, pengajuan untuk impress itu harus sesuai regulasi dan butuh konfirmasi dulu, harus dikawal. Inpress itu pastinya dari Dinas Perdagangan, ajukan ke Kementerian Perdagangan. Ikut saja prosedurnya,” ungkapnya.

Ditegaskan kembali, dalam pengajuan Inpres itu harus sesuai regulasi. Selain itu, manfaatkan juga wakil rakyat di DPRD Provinsi dan DPR RI. Yang paling penting adalah mengikuti regulasi normatifnya. Sehingga, pengawalan di Kementerian Perdagangan itu sangat penting agar Inpres didapatkan.

Pihaknya mendorong langkah konkret ini harus dilakukan pemerintah, ia mengaku kasihan dengan para pedagang. Ia meminta Dinas terkait tidak hanya menyalahkan pedagang. Pemerintah harus hadir untuk mengarahkan dan menata semuanya.

“Pedagang itu kalau diajak bicara dengan baik pasti juga akan menerima. Dan Pasar ini adalah jantung perekonomian tingkat bawah. Kalau Pasar baik, ekonomi masyarakat juga akan lancar,” ujarnya.

Wawan Pramono juga menyoroti masalah yang sering terjadi di pasar, dan seringkali mengganggu pengguna jalan adalah kondisi jalan yang macet. Ia menilai hal itu disebabkan oleh pengelolaan pakir yang tidak jelas. Sehingga pembenahan Pakir di sangat diperlukan.

“Saya harapkan, untuk lurah-lurah pasar itu bekerja dengan maksimal, lebih ditingkatkan lagi,” tegasnya.

Ketua Komisi B DPRD Karanganyar, Latri Sulistyowati menambahkan pihaknya mendorong Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Perdagangan pro aktif mengajukan Dana Impres ke pusat. Sehingga, banyaknya persoalan terkait kondisi Pasar di Karanganyar dapat teratasi. Sebab, pihaknya mengaku sudah mendapatkan banyak aduan dari masyarakat.

Baca juga:  Ratusan Kendaraan Hendak Wisata ke Selo Diputar Balik

“Jadi kita dapat banyak aduan masyarakat. Tambah lagi audiensi ini. Bahwa kondisi Pasar kita banyak yang tidak standar dan belum layak. Becek, atap bocor, sampah menumpuk, dan kotoran kelelawar dikeluhkan masyarakat. Juga soal pedagang jualan di luar. Ini butuh perhatian khusus pemerintah dan pedagang juga kita minta proaktif. Kita akan cek langsung ke bawah,” terang Latri Sulistyowati.

Plt. Kepala Dinas Perdagangan Karanganyar, Nugroho mengaku dalam posisi sulit karena memang pihaknya sedang tidak ada anggaran. Namun, di tahun 2027 pihaknya mencanangkan perbaikan sejumlah Pasar di antaranya Pasar Kwadungan, Karanganyar, Jumapolo, Jatipuro, Karangpandan, dan Tawangmangu.

“Kita mengupayakan perbaikan pasar itu dengan dana Inpres. Selain itu tentu dengan APBD,” tandasnya.

Sementara, Ketua Pedagang Pasar Kwadungan, Suradi mengaku bingung dengan kondisi di Pasar Kwadungan karena kondisinya sangat memprihatinkan. Mulai dari toilet yang rusak dan tak dapat digunakan, hingga perlunya penataan pedagang pasar yang ada di luar.

“Dulu itu Pak Presiden, Pak Jokowi menjanjikan perbaikan, Pak Bupati Yuli juga. Tapi hingga saat ini belum juga diperbaiki,” terangnya. (yas/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...