JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR-Gotong royong merupakan salah satu jiwa Pancasila yang digali oleh Bung Karno dari bumi Indonesia. Dalam situasi peralihan menuju kenormalan baru pasca pandemi Covid-19, gotong royong pun dibutuhkan untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi baik di tingkat negara maupun masyarakat.
Menurut Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Ir. Dolfie OFP, dengan alasan inilah, maka Ketua DPR RI, Puan Maharani, yang merupakan cucu dari Bung Karno, melakukan pembagian beras yang merupakan makanan pokok rakyat Indonesia ke seluruh wilayah Indonesia sejak tanggal 25 Desember 2021 sampai dengan 5 Januari 2022, sekaligus sebagai media untuk menyapa seluruh rakyat Indonesia agar tetap semangat dan optimis dalam menyambut kenormalan baru.
“Gotong royong di Kabupaten Karanganyar, distribusi beras sebanyak 10.000 paket, yang setiap paketnya seberat 5 kg, dilakukan dengan melibatkan seluruh unsur PDI Perjuangan, baik yang berada di struktural partai, lembaga legislatif, maupun lembaga eksekutif,” terang Dolfie yang disampaikan melalui pers release kepada wartawan, Kamis (30/12)
Disebutkan, pada tingkat struktural partai, distribusi beras ini melibatkan Ketua DPC PDI Perjuangan yang juga merupakan Ketua DPRD Karanganyar, Bagus Selo, bersama seluruh pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Pimpinan Anak Cabang (PAC), Ranting, dan Anak Ranting. Di lembaga legislatif, distribusi beras ini melibatkan ia sendiri yakni Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Ir. Dolfie OFP, sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah IV, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Sumanto, S.H., dan seluruh anggota fraksi PDI Perjuangan DPRD Karanganyar. Wakil Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, sebagai kader partai yang berada di lembaga eksekutif pun turut terlibat dalam distribusi beras ini.
“Pelibatan seluruh unsur dari 3 (tiga) pilar partai ini pun merupakan bagian dari pelaksanaan gotong royong di tingkat partai yang selalu diamanatkan oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri,” tegas Dolfie.
Melalui pertimbangan bahwa kondisi saat ini masih merupakan tahap peralihan menuju kenormalan baru, maka protokol kesehatan pun tetap diperhatikan dalam teknis distribusi beras ini. (yas/biz)






