26 C
Semarang
Kamis, 29 Januari 2026

Hadiri Peluncuran Galeri Dekranasda Jepara, Ning Nawal Dorong Kerajinan dan UMKM Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

JATENGPOS. CO. ID, JEPARA – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah, Hj Nawal Arafah Yasin,M.S.I, terus mendorong produk kerajinan dan UMKM lokal agar menjadi salah satu sektor penggerak ekonomi daerah. Untuk itu, pihaknya meminta Dekranasda di 35 kabupaten/ kota, agar lebih aktif melakukan pendampingan dan pembinaan kepada para pengrajin serta pelaku UMKM.

Hal ini disampaikan Ning Nawal, panggilan akrabnya, saat Peluncuran Galeri Dekranasda Jepara di Gedung Islamic Center Kabupaten Jepara, Kamis (29/1/2025). Acara turut dihadiri sejumlah Ketua Dekranasda Kabupaten/ Kota se-Jawa Tengah.

Upaya tersebut sebagaimana arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin untuk menjadikan UMKM, sebagai tulang punggung perekonomian Jawa Tengah.

“Mungkin Ibu-ibu, panjenengan punya potensi, petakan sampai ke nilai ekonominya berapa. Sehingga ini bisa menjadi satu hal untuk pemicu semangat (dalam menggerakkan ekonomi daerah),” pintanya.

Pada kesempatan itu, Nawal mengucapkan selamat atas diluncurkannya Galeri Dekranasda Jepara. Dia berharap, gerai tersebut dapat menjadi pusat promosi sekaligus pameran produk unggulan daerah.

Menurut dia, Kabupaten Jepara memiliki berbagai potensi luar biasa yang dapat dikembangkan. Di sektor UMKM, hingga saat ini tercatat sebanyak 81.600 pelaku UMKM.

Baca juga:  Mendikdasmen Abdul Mu'ti Tegaskan 'Deep Learning' Bukan Kurikulum

Dikenal sebagai Kota Ukir, Jepara memiliki 500 industri mebel dan ukir dengan potensi nilai ekonomi mencapai Rp3,2 triliun. Sektor ini bahkan berkontribusi sebesar 34,1 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Jepara.

Potensi lain yang tak kalah membanggakan adalah tenun troso. Saat ini, terdapat 344 unit usaha industri kecil menengah (IKM) troso di Jepara dengan nilai ekonomi mencapai Rp25,8 miliar per bulan.

Nawal juga menyoroti dampak positifnya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Hingga triwulan I 2025, perekonomian Jepara tercatat tumbuh sebesar 5,6 persen, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 di angka 4,22 persen.

“Kemudian kekayaan sumber daya alam, Jepara ini juga menjadi penggerak perekonomian Jawa Tengah. Maka di sini upaya untuk kolaborasi, penguatan strategi, harapannya terus kita lakukan,” kata dia.

Istri Wakil Gubernur ini mengatakan, Jateng memiliki beragam produk kerajinan dan UMKM unggulan. Contohnya batik dengan motif kearifan lokal di masing-masing daerah, antara lain batik Pekalongan, batik Solo, dan batik Lasem.

Namun demikian, tantangan saat ini adalah proses produksi batik yang masih berhenti pada bentuk kain. Atas kondisi ini, Dekranasda Jateng menggalakkan pengembangan batik ready to wear agar memiliki nilai tambah dan daya jual yang lebih tinggi.

Baca juga:  Disnaker: COVID-19 Berdampak Penambahan Jumlah Pengangguran di Solo

“Maka yang menjadi fokus Dekranasda Provinsi pada hari ini adalah kita mengembangkan pelatihan, supaya nantinya desainer-desainer muda didorong untuk bisa mengolah kain ini menjadi ready to wear,” beber Nawal.

Lebih lanjut, dia berpesan kepada Dekranasda di setiap daerah agar terus memberikan pendampingan kepada pengrajin UMKM, mengembangkan inovasi, serta meningkatkan daya saing produk. Kolaborasi dan sinergi, menjadi hal yang mutlak dilakukan.

Sementara Ketua Dekranasda Kabupaten Jepara, Laila Saidah Witiarso mengatakan, dalam operasionalnya, Galeri Dekranasda menggandeng 65 IKM dengan beragam produk. Mulai dari kerajinan kayu, tenun troso, batik ecoprint, hingga rajut.

Ia berharap, gerai yang hadir dengan wajah baru ini dapat menjadi sarana pameran, promosi, serta penguatan jejaring usaha, sehingga para pengrajin di Jepara mampu naik kelas dan berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi daerah.

“Semoga ikhtiar kecil ini menjadi bagian dari langkah besar Kabupaten Jepara dalam memperkuat ekonomi masyarakat,” harap Ella, sapaan akrabnya. (jan)



TERKINI

Rekomendasi

...