JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR — Tim hilirisasi lintas perguruan tinggi melaksanakan kegiatan lapangan bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wanita Tani HKTI Jawa Tengah dalam rangka pengembangan varietas padi unggulan GS-08.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya serius mendorong peningkatan ekonomi petani perempuan melalui hilirisasi produk pertanian berbasis riset, dengan target jangka panjang menembus pasar ekspor.
Kegiatan yang dilakukan peneliti dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), dan Universitas Islam Batik (UNIBA), digelar di lahan sawah Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Sabtu, (31/01).
Fokus kegiatan meliputi pengukuran, pencatatan, dan pengamatan langsung terhadap varietas padi GS-08 guna memperoleh data agronomis yang akurat dan terdokumentasi secara sistematis.
Selain observasi lapangan, tim juga bertemu langsung dengan penemu varietas padi GS-08 untuk melakukan wawancara mendalam. Varietas ini diketahui telah ditanam sebanyak tiga kali sebelumnya, namun belum disertai pencatatan teknis yang memadai sebagai dasar pengembangan lanjutan dan hilirisasi produk.
Ketua DPD Wanita Tani HKTI Jawa Tengah, Amy Suratmi Kadiono, menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat peran perempuan tani tidak hanya sebagai pelaku budidaya, tetapi juga sebagai bagian dari rantai nilai produk unggulan pertanian yang berdaya saing.
Sementara itu, ketua tim hilirisasi lintas perguruan tinggi yang juga dosen UNS, Prof Budhi Haryanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan proyek awal yang dirancang sebagai fondasi riset terapan dan pengembangan produk unggulan daerah.
“Hilirisasi harus mampu menghubungkan riset dengan kebutuhan pasar. Varietas GS-08 tidak hanya diarahkan unggul secara agronomis, tetapi juga dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, berstandar mutu, dan memiliki peluang masuk ke pasar ekspor,” ungkap Prof Budi.
Kegiatan ini juga didukung oleh Nura yang memfasilitasi penyediaan lahan pertanian sebagai lokasi pengamatan dan pengujian varietas padi GS-08 di Kecamatan Karangpandan.
Ke depan, kolaborasi ini akan diarahkan pada penguatan pencatatan data, standarisasi kualitas hasil panen, pengemasan produk, serta strategi pemasaran, sebagai bagian dari roadmap hilirisasi.
Varietas padi GS-08 ditargetkan berkembang menjadi produk unggulan Jawa Tengah yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga memiliki daya saing di pasar internasional. (dea/rit)



