25 C
Semarang
Kamis, 12 Maret 2026

Prof Emil Salim Terima Penghargaan Tertinggi Bidang Lingkungan dari UNS


JATENG POS.CO.ID, SOLO – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta merayakan momen emas setengah abad perjalanannya dengan menggelar Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalis ke-50 di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram, Rabu (11/3/2026). Dalam kesempatan istimewa tersebut, UNS menganugerahkan penghargaan tertinggi UNS Award kepada tokoh lingkungan hidup nasional dan internasional, Prof. H. Emil Salim, S.E., M.A., Ph.D.

Mengusung tema “Lima Dasawarsa Berbakti Kepada Negeri, Fondasi untuk Akselerasi Prestasi yang Berdampak dan Berkelanjutan”, UNS memberikan anugerah “PARASAMYA ANUGRAHA WIDYATAMA TARU TIRTA BAWANA” kepada Prof. Emil Salim.

Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas integritas, kepeloporan, dan kontribusi luar biasa beliau dalam memajukan pelestarian lingkungan hidup di Indonesia maupun dunia.

Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si., menyampaikan bahwa Prof. Emil Salim adalah sosok teladan yang dedikasinya telah melampaui waktu. Sebagai menteri yang paling lama menjabat dalam sejarah Indonesia dan pelopor gerakan keberlanjutan, perjuangannya dinilai sejalan dengan visi UNS sebagai PTN-BH yang mengedepankan inovasi berdampak.

Baca juga:  Residivis Narkoba di Gatak Diringkus, Polisi Sita 4,39 Gram Sabu

“Penghargaan ini adalah wujud komitmen UNS dalam upaya pembangunan berkelanjutan. Kami berharap dedikasi panjang beliau dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk menjaga kelestarian bumi demi masa depan,” ujar Prof. Hartono.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor kepada putri Prof. Emil Salim, Amelia Salim, yang hadir mewakili sang ayah. Melalui rekaman video, Prof. Emil Salim memberikan pesan mendalam mengenai kekayaan iklim tropis Indonesia yang harus dijaga karena kebermanfaatannya bagi umat manusia secara global.

Peringatan Dies Natalis ke-50 ini semakin prestisius dengan kehadiran dua menteri Kabinet Merdeka. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., hadir memberikan sambutan sekaligus meresmikan Gedung Sekolah Vokasi UNS.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas RI, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., menyampaikan orasi ilmiah dan meresmikan Pusat Studi Tropical Herbal Medicine. Kehadiran para menteri ini mempertegas posisi UNS sebagai institusi yang strategis dalam mendukung kemandirian sains dan teknologi nasional.

Baca juga:  2025, Keamanan Karanganyar Kondusif, Angka Kecelakaan Meningkat

Di usianya yang ke-50, UNS kini telah berkembang pesat dengan memiliki 14 fakultas, 2 sekolah, serta 207 program studi yang mayoritas telah terakreditasi Unggul. Dukungan riset diperkuat oleh tiga Pusat Unggulan Iptek (PUI), yaitu Teknologi Penyimpanan Energi Listrik, Center for Fintech and Banking, serta Javanologi.

“Momentum ini menjadi titik awal bagi kami untuk mengakselerasi prestasi. Dengan 1.942 dosen dan lebih dari 68 ribu mahasiswa, UNS berkomitmen memperkuat transformasi tata kelola demi kontribusi nyata yang lebih luas bagi peradaban, sesuai semboyan Mangesthi Luhur Ambangun Nagara,” pungkas Prof. Hartono.

Melalui pemberian UNS Award kepada Prof. Emil Salim dan peresmian berbagai fasilitas riset baru, UNS menegaskan jati dirinya sebagai kampus yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlangsungan lingkungan dan kesejahteraan bangsa. (dea/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...