28.6 C
Semarang
Jumat, 8 Mei 2026

Sambut Ekosistem Wisata Halal 2027, Komisi B DPRD Jateng Dorong Inovasi Event dan Jaminan Produk Halal




JATENGPOS.CO.ID, SOLO- Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah mengajak seluruh pihak penyelenggara wisata untuk mempersiapkan standar ‘Wisata Halal’ secara serius. Hal itu ditegaskan Ketua Komisi B, Sri Hartini, usai melakukan diskusi dengan Perumda Taman Satwa Taru Jurug Kota Surakarta, Rabu (1/4/2026).

“Sebagaimana kita ketahui, target dari Gubernur mengenai Road Map Jateng Nomor 5 Tahun 2027 akan fokus pada Wisata Halal sebagai motor pembangunan. Jadi, perlu disiapkan seluruh perangkatnya pada 2026 ini,” terang Sri Hartini.

Ia menjelaskan, untuk menuju standar halal, perlu adanya perhatian khusus bagi seluruh pihak baik pemerintah maupun penyelenggara untuk membangun ekosistem halal.

“Inovasi event yang akan menarik wisatawan Timur Tengah perlu untuk mulai direncanakan. Selain itu juga jaminan kehalalan untuk berbagai macam produk yang dijajakan kepada wisatawan,” ujarnya.

Sebagai informasi, Road Map Jawa Tengah yang dicanangkan Gubernur Ahmad Lutfi dimulai pada 2025 sebagai tahun infrastruktur. Pada 2026, Jateng fokus pembangunan di sektor pertanian, kemudian pada 2027, fokus pada pembangunan pariwisata dan ekonomi halal.

Selanjutnya, pada 2028 difokuskan peningkatan dan pemerataan ekonomi berbasis potensi desa dan industri hijau. Pada 2029, program yang akan digenjot adalah menumbuhkan daya saing daerah menuju Jateng maju berkelanjutan. Adapun pada 2030 adalah perwujudan Jateng yang maju dan berkelanjutan.

“Untuk menunjang cita-cita Bapak Presiden Indonesia Bapak Prabowo Subianto dan road map Gubernur Ahmad Lutfi perlu disiapkan bersama dan saksama mengenai ekosistem wisata halal ini,” kata Sri Hartini.

Baca juga:  PMI Solo Kirim Pakaian Dalam untuk Korban Bencana Sumatra
Komisi B DPRD Provinsi Jateng diskusi dengan Perumda Taman Satwa Taru Jurug Kota Surakarta, Rabu (1/4/2026), mengajak seluruh pihak penyelenggara wisata untuk mempersiapkan standar ‘Wisata Halal’ secara serius. FOTO:DOK SETWAN DPRD JATENG

Ekosistem Halal

Sri Hartini menyoroti tiga pilar utama yang harus dikebut pada 2026. Pertama, jaminan kehalalan produk. Seluruh pelaku usaha kuliner, hotel, dan oleh-oleh di destinasi wisata diminta mengantongi sertifikat halal BPJPH. Kedua, inovasi event.

“Wisatawan Timur Tengah suka event keluarga, festival budaya Islami, dan wisata edukasi religi. Ini harus dikemas,” katanya.

Ketiga, promosi terintegrasi. Ia meminta Dinas Pariwisata Provinsi Jateng terus berinovasi dan melakukan promosi, baik ke masyarakat Indonesia maupun ke mancanegara. Promosi perlu dikolaborasikan antar klaster wisata: budaya, alam, religi, dan buatan.

“Jangan sendiri-sendiri. Borobudur, Masjid Agung Demak, Karimunjawa, dan Solo Safari bisa satu paket halal,” tegasnya.

Wisatawan Muslim Global

Perlu diketahui, dorongan Wisata Halal Jateng sejalan dengan tren global. Data Global Muslim Travel Index 2025 menyebut jumlah wisatawan muslim dunia mencapai 230 juta orang dengan pengeluaran USD 225 miliar. Indonesia berada di peringkat 1 destinasi wisata halal dunia versi Mastercard-CrescentRating 2025, menggeser Malaysia.

Untuk Jateng, kunjungan wisatawan mancanegara 2025 tercatat 687.240 orang, naik 18,3% dibanding 2024. Wisatawan asal Malaysia, Singapura, dan Timur Tengah menyumbang 31,4%.

Sementara wisatawan nusantara mencapai 58,2 juta perjalanan. Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB Jateng 2025 sebesar 4,87% atau Rp78,6 triliun.Taman Satwa Taru Jurug atau Solo Safari yang menjadi lokasi diskusi mencatat 1,1 juta pengunjung pada 2025, 3,2% di antaranya wisman.

Baca juga:  Pasien Sembuh COVID-19 di Boyolali Bertambah Jadi 5.550 orang

“Kami sudah siapkan musala representatif, restoran bersertifikat halal, dan zona edukasi Islami. Tahun ini target 5% wisman,” kata Direktur Perumda TSTJ, Bimo Wahyu Widodo.

Data Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jateng Maret 2026 menyebut baru 1.842 dari 14.300 usaha kuliner di kawasan wisata yang bersertifikat halal. Hotel syariah baru 127 unit dari 1.208 hotel total. Pemandu wisata bersertifikat kompetensi halal tourism baru 312 orang.

“Ini yang harus dikejar 2026. UMKM jangan takut urus halal, sekarang gratis lewat SEHATI BPJPH. Pemprov siapkan pendamping P3H di 35 kabupaten/kota,” ujar Sri Hartini.

Komisi B juga mendorong perda atau pergub tentang Ekosistem Wisata Halal sebagai payung hukum. Aturan itu akan mengatur zonasi ramah muslim, standar toilet, tempat ibadah, hingga larangan produk non-halal di area tertentu.Sinergi dengan Cita-cita Presiden

Langkah Jateng ini mendukung target Presiden Prabowo Subianto menjadikan Indonesia pusat industri halal dunia. Kemenparekraf menargetkan 8,5 juta wisman muslim ke Indonesia pada 2027, dengan devisa USD 10,2 miliar.

“Jateng punya Borobudur, Dieng, Karimunjawa, masjid-masjid bersejarah, dan budaya santun. Modal kita kuat. Tinggal ekosistemnya dibenahi: halal, aman, nyaman, dan berkesan,” tutup Sri Hartini.

Komisi B akan memanggil Disporapar, BPJPH Jateng, MUI, dan PHRI pekan depan untuk menyusun peta jalan teknis Wisata Halal 2027, termasuk skema insentif bagi pelaku usaha yang lebih dulu tersertifikasi. (set/muz)




TERKINI




Rekomendasi

...