28.6 C
Semarang
Jumat, 8 Mei 2026

Komisi E DPRD Jateng Dorong Peran Pemuda Wonogiri Entas Kemiskinan Lewat Ekosistem IT-Wirausaha Lokal




JATENGPOS.CO.ID, WONOGIRI- Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menilai pemuda menjadi salah satu basis kuat untuk mempercepat pengentasan kemiskinan. Hal itu mengemuka dalam diskusi mengenai implementasi Peraturan Daerah No 13 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial yang digelar Komisi E bersama Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, & Perlindungan Anak Kabupaten Wonogiri, Selasa (7/4/2026).

Wakil Ketua Komisi E, Yudi Indras Wiendarto, menegaskan angka kemiskinan Wonogiri sebesar 9,32% merupakan prestasi, namun perlu terus ditekan. Salah satu kuncinya adalah meningkatkan partisipasi pemuda agar bisa mendorong keluarga keluar dari Desil I hingga V.

“Setelah kemarin berbasis desa, lebih spesifik menemukan lagi berbasis pemuda. Setelah dilihat, pemuda di Jateng ini masih ada yang masuk desil I sampai IV. Peluang IT masih terbuka lebar dalam industrinya, bisa jadi di Wonogiri ini bisa menjadi ekosistem untuk pengentasan kemiskinan. Di Wonogiri ini ada yang membuktikan dari memanfaatkan IT bisa mendunia, itu tidak hanya mengangkat secara personal tetapi juga ikut menyerap tenaga kerja di Wonogiri,” jelas Yudi.

Perlu diketahui, berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah pada September 2025 mencapai 3,34 juta orang atau 9,39%. Angka itu menurun dibandingkan Maret 2025 yang berada di 9,48%, dengan jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 21,86 ribu orang.

Data tersebut menunjukkan upaya pemerintah dan masyarakat menurunkan kemiskinan mulai terlihat.Kabupaten Wonogiri mencatat capaian lebih baik. Per September 2025, angka kemiskinan Wonogiri 9,32% atau 92.470 jiwa, turun dari 9,57% pada Maret 2025.

Baca juga:  Bupati Sragen Isi Kekosongan Enam Pejabat Eselon 2 dan Geser 14 Camat

Indeks Kedalaman Kemiskinan 1,54 dan Indeks Keparahan Kemiskinan 0,36, menandakan jarak pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan mulai menyempit.

Meski begitu, data Terpadu Kesejahteraan Sosial 2025 mencatat 27,9% penduduk usia 16–30 tahun di Wonogiri masih masuk Desil 1–4. Kantong kemiskinan terkonsentrasi di 7 kecamatan: Giriwoyo, Baturetno, Tirtomoyo, Karangtengah, Paranggupito, Batuwarno, dan Kismantoro.

Kepala Dinas Sosial PPKB & P3A Kabupaten Wonogiri, Anton Tiyas Harjanto, memaparkan salah satu upaya pengentasan kemiskinan adalah kolaborasi dengan kelompok pemuda. Pemkab menggandeng Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Wonogiri untuk mencetak wirausaha muda di tingkat lokal.

“Tujuannya guna membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Hingga April 2026, program Wirausaha Muda Wonogiri telah melatih 480 pemuda. Sebanyak 214 di antaranya sudah merintis usaha di sektor kuliner, kriya, pertanian digital, dan jasa IT.

BPC Hipmi Wonogiri mencatat 18 anggota berusia di bawah 35 tahun dengan omzet di atas Rp500 juta/tahun, 3 di antaranya bergerak di pengembangan aplikasi dan digital marketing yang kliennya dari luar negeri.

Selain Hipmi, Pemkab juga menggandeng Ikatan Mahasiswa Berprestasi Wonogiri untuk berperan aktif dalam program pengabdian masyarakat dan pendampingan sosial. Mahasiswa diterjunkan mendampingi 1.200 keluarga Desil 1–2 untuk literasi keuangan, akses bansos tepat sasaran, dan pengembangan inovasi teknologi tepat guna.

“Contohnya alat pengering singkong tenaga surya untuk KWT di Tirtomoyo, dibuat mahasiswa Politeknik Wonogiri. Produktivitas naik 40%,” kata Anton.

Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinsos PPKB & P3A Kabupaten Wonogiri, Selasa (7/4/2026), membahas soal pemuda. FOTO:DOK. SETWAN DPRD JATENG

IT Jadi Jalan Keluar

Wakil Ketua Komisi E, Yudi Indras Wiendarto mencontohkan sejumlah anak muda Wonogiri yang sukses di industri IT. Salah satunya startup game developer asal Eromoko yang produknya tembus pasar Eropa dan Jepang, mempekerjakan 32 anak muda lokal dengan gaji di atas UMR.

Baca juga:  Pasca Runtuh, Jembatan Gantung Tambakboyo Siap Diresmikan

Ada juga agensi digital marketing di Selogiri yang mengelola klien UMKM dari 12 provinsi. Data Diskominfo Wonogiri 2025 menyebut penetrasi internet 78,4% dan 14 desa sudah jadi Desa Digital. Ada 2.140 pelaku UMKM yang onboarding di marketplace, naik 38% dibanding 2024.

“Ini modal. Tinggal ekosistemnya diperkuat: pelatihan coding, akses modal, dan pasar. Pemuda jangan hanya jadi penonton, tapi pelaku,” tegas Yudi.

Untuk itu, Pemkab Wonogiri menyiapkan Wonogiri Digital Valley di kawasan Wuryantoro sebagai pusat inkubasi. APBD 2026 mengalokasikan Rp3,2 miliar untuk pelatihan 1.000 pemuda di bidang web developer, content creator, data analyst, dan smart farming. Dari diskusi, Komisi E mendorong 3 hal:

Afirmatif Dana Desa: Minimal 15% Dana Desa untuk pelatihan vokasi, modal usaha, dan beasiswa pemuda Desil 1–5.
Satu Desa Satu Startup: BUMDes diarahkan jadi offtaker produk pemuda dan fasilitasi akses KUR Super Mikro.
Integrasi Data: DTKS, data Hipmi, Imapres, dan Disnaker disatukan agar intervensi tepat sasaran.

“Pengentasan kemiskinan harus geser dari bansos ke pemberdayaan. Pemuda Wonogiri sudah membuktikan bisa. Tugas kita tinggal karpet merahnya: regulasi, anggaran, dan pasar,” tutup Yudi.

Perda Jateng No 13/2025 sendiri mengamanatkan pelibatan pemuda dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Targetnya, kontribusi pemuda menurunkan kemiskinan Jateng ke 7,5% pada 2029. (nif/muz)




TERKINI




Rekomendasi

...