30.9 C
Semarang
Selasa, 14 April 2026

Warga Karanganyar Mengeluh KIS Non Aktif




JATENGPOS. CO. ID, KARANGANYAR – Warga Karanganyar banyak mengeluhkan kartu BPJS Kesehatan mandiri yang berhenti atau Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang non aktif yang dibutuhkan saat akan berobat atau kebutuhan darurat untuk berobat.

Anggota Komisi D DPRD Karanganyar, Suwanto mengungkapkan, pihaknya mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat terkait BPJS Kesehatan mandiri yang berhenti atau KIS yang non aktif karena segera dibutuhkan untuk berobat. Khususnya bagi warga yang kurang mampu dan sedang dalam kondisi sakit.

“Ini banyak keluhan dari masyarakat terkait KIS yang non aktif. Itu hampir setiap hari ada masyarakat yang telpon minta dibantu. Masyarakat meminta pengaktifan KIS khususnya warga yang tak mampu dan butuh untuk berobat,” terang Suwanto, Selasa (14/4).

Baca juga:  Puluhan Tenaga Honorer K2 Gerudug Pemkab Klaten

Menurut Politisi Partai Demokrat itu, KIS atau BPJS Kesehatan dianggap sangat penting bagi masyarakat karena dalam kondisi ekonomi yang sulit seperti sekarang ini sangat membantu mengurangi biaya khususnya saat warga sakit. Sebagai langkah antisipasi, Suwanto mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar berperan aktif dan mengevaluasi data KIS yang non aktif khususnya untuk masyarakat yang kurang mampu. Sehingga, KIS warga kurang mampu selalu ready saat dibutuhkan.


“Hari ini saja saya sudah dihubungi 4 warga Jenawi. Warga mengeluh Kisnya non aktif. Padahal akan digunakan untuk berobat. Saya diminta membantu mengaktifkan,” ungkapnya.

Senada, Anggota Fraksi Partai Demokrat Karanganyar dari Dapil Colomadu dan Gondangrejo, Murdiyanto juga mengaku sering mendapatkan keluhan yang sama dari masyarakat di Colomadu terkait BPJS Kesehatan dan KIS.

Baca juga:  Polres Boyolali Segera Aktifkan Polisi Virtual Pantau Medsos

“Sering sekali masyarakat itu minta dibantu Dewan. Khususnya mengaktifkan KIS yang terblokir. Kalau yang BPJS Kesehatan mandiri ya kita bantu membayar tunggakan agar bisa diaktifkan kembali,” ujar Murdiyanto.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Kesehatan pro aktif melakukan monitoring. Sehingga, jika ada KIS yang non aktif dan masuk data warga kurang mampu dapat segera diaktifkan. Sehingga, masyarakat kurang mampu dapat leluasa memanfaatkan tanpa harus mengalami sejumlah kesulitan.

“Alhamdulillah sejauh ini Dinas Kesehatan Karanganyar responnya luar biasa baik. Setiap kali kita sampaikan keluhan warga terkait KIS juga dibantu dengan baik,” tandasnya. (yas)




TERKINI




Rekomendasi

...