31 C
Semarang
Kamis, 16 April 2026

Cegah Bullying dan Narkoba, Sosialisasi di Sekolah Digencarkan




JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Komunitas Sedulur Sragen Bersatu (SSB) bersama Paguyuban Wong Sragen Asri (Pawasri) menggelar sosialisasi anti bullying dan narkoba di SMK Negeri 1 Jenar, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Selasa, (14/4). Hal itu lantaran semua pihak prihatin adanya kasus bullying yang mengakibatkan tewasnya siswa di Sragen.

Kegiatan diikuti sebanyak 602 siswa kelas X dan XI, sementara siswa kelas XII tidak dilibatkan karena telah selesai menjalani ujian sekolah.

Sosialisasi yang berlangsung di halaman sekolah tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari BNN Surakarta, TNI-Polri, KPAI, serta Forkopimca. Kegiatan ini mengusung tema “Bersama Kita Bisa Mencegah Bullying dan Narkoba, Satukan Tekad Menuju Indonesia Emas 2025”. Diharapkan melalui kegiatan ini, para siswa dapat lebih memahami bahaya bullying dan penyalahgunaan narkoba.

Baca juga:  Komisi VI DPR RI Sosialisasikan Integrasi Ekosistem Ultra Mikro untuk UMKM Soloraya

Pembina SSB, Agung Purnomo, mengatakan kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian pasca terjadinya kasus bullying di salah satu SMP di Sragen yang menelan korban jiwa. Ia menilai peristiwa tersebut menjadi perhatian serius semua pihak.


“Peran pemerintah sangat dibutuhkan karena komunitas masyarakat memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh siswa di Kabupaten Sragen,” ungkap Agung Purnomo.

Ia juga menegaskan bahwa kasus bullying masih sering terjadi di lingkungan sekolah dan menjadi tanggung jawab bersama untuk mencegahnya.

Sementara itu, Kepala BNN Surakarta, Kombes Pol Ventie Bernard Musak, mengungkapkan bahwa penyebaran narkoba kini mengkhawatirkan, terutama pada usia produktif di bawah 17 tahun. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi serta mendampingi anak.

Baca juga:  UIN Surakarta Usung Semangat LURIK dan Glokalisasi

“Kita meminta pihak sekolah tidak menutup-nutupi jika terdapat kasus penyalahgunaan narkoba, agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tidak meluas,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa sebagian kasus yang ditemukan melibatkan penggunaan pil, dan telah dilakukan penanganan serta rehabilitasi, termasuk melalui lingkungan sekolah.

Kepala SMKN 1 Jenar, Viva Fauziyah Suryani, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi ini sangat penting agar siswa memahami bahaya bullying dan narkoba sejak dini.

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan terhadap siswa di lingkungan sekolah,” tandasnya.

Di akhir kegiatan, seluruh narasumber bersama perwakilan siswa melakukan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan anti bullying dan narkoba di lingkungan sekolah. (yas/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...