JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Penyalahgunaan narkoba kini telah menjadi ancaman nyata yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat di Indonesia, mulai dari tingkat keluarga hingga nasional.
Menanggapi kondisi tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surakarta mengambil langkah strategis dengan membentuk program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Solo.
Kepala BNN Kota Surakarta, Kombes Pol Ventie Bernard Musak, menegaskan bahwa keterlibatan aktif warga sangat krusial dalam upaya pencegahan dan deteksi dini.
“IBM hadir sebagai layanan rehabilitasi bagi penyalahguna risiko ringan yang dikelola langsung oleh masyarakat melalui Agen Pemulihan (AP) dengan mengedepankan kearifan lokal. Program ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dari pengaruh narkotika.” Ungkap Ventie Bernard, Rabu (22/04).
Anggota tim akan melakukan pemetaan terhadap situasi kerawanan wilayah serta mengidentifikasi potensi masyarakat yang dapat diberdayakan.
Diputuskan tim pelaksana yang terdiri dari lima agen pemulihan. Tim inilah yang nantinya akan menjalankan fungsi layanan IBM di wilayah Sudiroprajan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, antara lain Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Surakarta Dra. Nugraheni Dwi Astuti, Kepala Kesbangpol Kota Surakarta Drs. Agus Santoso, serta Camat Jebres Drs. Samsu Triwahudin dan Lurah Sudiroprajan Gustinus Deni Kristiawan.
Hari ini anggota tim IBM mulai melaksanakan pelatihan sebagai bekal dalam menjalankan tugasnya membendung peredaran narkoba khususnya di kelurahan Sudiroprajan.(dea/rit)















