JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Jebakan tikus berlistrik kembali makan korban. Seorang petani perempuan, Ny. Suparti (51), ditemukan tewas di sawah Dukuh Kiping, Desa Banaran, Sambungmacan, Selasa (28/4/2026) pagi.
Korban diduga tersengat kabel listrik yang dipasang untuk membasmi hama tikus.
Ketua PSC 119 Sukowati Sragen dr. Udayanti Proborini membenarkan kejadian itu. “Kami menerima informasi melalui Call Center PSC 119 sekitar pukul 06.41 WIB dari tim Puskesmas Sambungmacan II. Laporan menyebutkan adanya warga yang tersengat aliran listrik di area persawahan,” ujarnya.
Tragedi diperkirakan terjadi pukul 05.30 WIB. Saat tim PSC 119 Puskesmas Sambungmacan II tiba di lokasi, Suparti warga Dk. Kiping RT 45 Desa Banaran sudah tak bernyawa.
Polisi bersama tim Inafis langsung olah TKP. Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah duka dibantu warga. Hasil visum luar tidak ditemukan tanda kekerasan. “Kondisi korban saat ditemukan sudah meninggal dunia dan tidak mengalami luka luar yang mengarah pada tindak kekerasan. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” jelas dr. Udayanti.
Ini bukan kali pertama. Jebakan tikus berlistrik berkali-kali merenggut nyawa petani di Sragen. Dipasang untuk selamatkan padi dari hama, kabel beraliran listrik justru jadi mesin pembunuh. Korbannya sering kali pemilik sawah sendiri.
“Metode ini sering kali memakan korban jiwa, baik pemilik sawah sendiri maupun orang lain,” tegas dr. Udayanti.
Evakuasi kemarin melibatkan PSC 119 Sukowati, perangkat Desa Banaran, TNI/Polri, dan tim Inafis. (yas/rit)















