31.4 C
Semarang
Sabtu, 9 Mei 2026

Manusia Purba vs Pangeran Mangkubumi Warnai Public Hearing Desain Pemda Lama




JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Rencana glowingisasi eks Gedung Pemda Sragen berbuntut polemik identitas. Di tengah paparan desain futuristik puluhan miliar, satu isu justru mencuat jadi sorotan: ikon mana yang pantas mewakili Sragen.

Public hearing di Aula MPP, Selasa (5/5/2026), yang awalnya membahas empat desain ruang publik serba guna, berbuntut kritikan soal jati diri Bumi Sukowati. Pemkab lewat Disperkimtaru memang fokus ke fasilitas: co-working space berbayar, ruang pamer seni, perpustakaan, hingga area kuliner.

Satu sisi, Komunitas Sejarah Sragen tidak terima. Aktivisnya, Tri Rahayu melempar kritik tajam ke wajah forum. Dia menyoal dominasi ikon Manusia Purba di Sragen. Menurutnya, Pangeran Mangkubumi punya jejak langsung dengan lahirnya kabupaten ini.

Baca juga:  Yuk ke De Tjolomadoe, Jajal Shoping Fashion Second Hand dan Nikmati Sensasi Transaksi Digital DOKU

“Masak Iya di Taman Mangkubumi patungnya manusia purba. Seharusnya Sragen mengangkat ikon Pangeran Mangkubumi,” tegas Tri.

Dia mengingatkan, patung Pangeran Mangkubumi pernah digagas di era Bupati Agus Fatchur Rahman. “Sekarang replika patungnya di rumahnya.”

Taman Mangkubumi justru diisi patung Manusia Purba. Bagi Tri, ini soal meluruskan sejarah. Sragen tidak bisa lepas dari Mangkubumi. Fosil Sangiran memang kelas dunia, tapi akar pemerintahan Sragen ada di Mangkubumi.

Sementara, Kepala Disperkimtaru Aris Wahyudi belum jawab lugas soal ikon. Ia fokus jelaskan konsep ruang publik yang bakal disewa-sewakan. “Diharapkan ruang publik ini selalu didatangi orang dan tidak pernah sepi.”

Anggaran 2026 sudah disiapkan Rp2,7 miliar untuk penataan awal, dari total proyeksi puluhan miliar.

Baca juga:  Diduga Depresi Sakit Menahun, Ibu di Boyolali Nekat Minum Obat Rumput

Asisten II Setda Tugiyono bilang semua masukan ditampung. “Masukan dari sudut pandang apa pun akan diterima.”
(yas/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...