‘Karang Tumandang’ Resmi jadi Tari Penyambutan di Karanganyar




JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Suasana syahdu terasa di Pendopo Raden Mas Said, Rumdin Bupati Karanganyar, Selasa (20/5/2026). Alunan gamelan berpadu tembang Jawa yang dibawakan siswa SD membuka Festival Budaya Kabupaten Karanganyar.

Festival tahunan ini digelar 20-22 Mei 2026 untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional. Berbagai lomba digelar, mulai dari karawitan tingkat SD-SMP hingga Tari Karang Tumandang untuk SMP dan SMA sederajat.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Karanganyar, Heri, menjelaskan tujuan utama festival adalah menumbuhkan rasa memiliki generasi muda terhadap budaya tradisi.

“Tujuannya untuk menumbuhkembangkan rasa memiliki terhadap budaya tradisi, sekaligus melestarikan seni karawitan dan tari dari Karanganyar,” katanya.

Hari pertama diisi lomba karawitan SD. Besok giliran SMP, lalu Jumat (22/5) dilanjutkan lomba Tari Karang Tumandang untuk SMP dan SMA.

Baca juga:  Kapolres Karanganyar Minta Bhabinkamtibmas Perkuat Deteksi Dini

Data peserta cukup besar. Lomba karawitan SD diikuti 14 kecamatan dari total 17 kecamatan di Karanganyar. Tiga kecamatan yang absen adalah Ngargoyoso, Mojogedang, dan Jatipuro.

Untuk karawitan SMP, 19 sekolah ikut berpartisipasi. Sementara Tari Karang Tumandang diikuti 33 peserta tingkat SMP dan 14 peserta tingkat SMA.

Yang menarik, Tari Karang Tumandang kini resmi jadi tari penyambutan setiap acara di Kabupaten Karanganyar. Tari ini diciptakan bersama MGMP Seni Budaya dan seniman Karanganyar dengan narasumber dari ISI Surakarta pada 2021.

Pada 17 Agustus 2025, Bupati Karanganyar menetapkan sebagai tari resmi daerah.

“Kenapa kita lombakan sekaligus sosialisasikan? Karena Tari Karang Tumandang sudah ditetapkan Bapak Bupati sebagai tari penyambutan setiap acara di Kabupaten Karanganyar,” jelas Heri.

Baca juga:  Satu Guru Positif Covid-19, PTM SMAN 1 Polanharjo Dihentikan Sementara

Penjurian dilakukan profesional. Lomba karawitan SD dinilai juri dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta serta guru seni budaya SMA. Untuk karawitan SMP dan tari, semua juri didatangkan dari ISI Surakarta.

Juara 1, 2, dan 3 di setiap katagori mendapat piagam, tropi, dan uang pembinaan.

Untuk lomba karawitan SD dan SMP: Juara 1 Rp3 juta, Juara 2 Rp2 juta, Juara 3 Rp1,5 juta. Harapan 1, 2, 3 masing-masing mendapat Rp1 juta, Rp750 ribu, dan Rp500 ribu.

Sedangkan lomba Tari Karang Tumandang: Juara 1 Rp1,5 juta, Juara 2 Rp1 juta, Juara 3 Rp750 ribu. Harapan 1, 2, 3 mendapat Rp500 ribu, Rp400 ribu, dan Rp300 ribu.

Festival ini diharapkan tak hanya jadi ajang kompetisi, tapi juga memperkuat kecintaan siswa Karanganyar pada budaya lokal. (yas/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...