JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Gusti Ian, pemilik Kebaya Mbok Dhe asal Solo, sukses membuktikan bahwa busana tradisional mampu bersaing di era modern. Berawal dari usaha rumahan yang dirintis sejak 2007, kini ia berhasil memiliki kios mandiri di Pasar Triwindu, Solo, serta memasarkan produknya hingga ke pasar mancanegara seperti Amerika Serikat dan Eropa berkat dukungan permodalan dari Amartha.
Di awal perjalanannya, Gusti Ian sempat menghadapi pandangan skeptis karena kebaya kerap dianggap sebagai busana kuno yang hanya dipakai generasi tertentu.
Namun, tantangan tersebut justru memacunya untuk menghadirkan kebaya dengan pendekatan yang lebih modern, simpel, tanpa menghilangkan nilai tradisi.
“Sempat terdampak pandemi, momentum kebangkitan usaha dimulai pada tahun 2022 saat saya mulai mengakses pembiayaan dari Amartha,” ungkap Gusti Ian, Senin (08/06).
Melalui modal awal sebesar Rp4 juta yang kini berkembang hingga Rp13 juta, Gusti Ian mampu melengkapi kebutuhan operasional toko, seperti etalase dan patung display, hingga akhirnya beralih dari usaha rumahan menuju kios permanen.
Kehadiran kios di Pasar Triwindu mempermudah pelanggan untuk datang langsung, di samping pelayanan pesanan daring melalui media sosial yang kini kian ramai.
Saat ini, Kebaya Mbok Dhe tidak hanya mencatatkan kesuksesan finansial dengan omset mencapai Rp30 juta per bulan, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata bagi lingkungan sekitar.
Gusti Ian kini memberdayakan delapan penjahit lokal di sekitar tempat tinggalnya untuk memenuhi puluhan pesanan setiap bulan, termasuk pesanan dari sejumlah figur publik dan artis Tanah Air.
Keberhasilan Kebaya Mbok Dhe ini turut mengantarkannya hadir di ajang The 2026 Asia Grassroots Forum sebagai salah satu profil UMKM perempuan inspiratif dari sektor akar rumput.
Melalui dukungan ekosistem keuangan yang inklusif, Gusti Ian berharap ke depan dapat membuka toko yang lebih luas dan merangkul lebih banyak tenaga kerja perempuan di sekitarnya, sekaligus terus melestarikan warisan budaya Indonesia ke panggung dunia. (dea/rit)




