1 Sura Pura Mangkunegaran Usung ‘Mulih Pulih’ Kirab Topo Bisu


JATENGPOS.CO.ID, SOLO — Pura Mangkunegaran bersiap menyambut pergantian tahun baru Jawa 1 Sura Be 1960 yang jatuh pada Selasa (16/6) malam mendatang. Mengusung esensi sederhana “Mulih Pulih”, rangkaian peringatan yang berlangsung selama 24 jam penuh ini dirancang bukan sebagai perayaan umum, melainkan sebuah laku tirakat dan perjalanan ke dalam diri secara sadar.

Momentum 1 Sura kali ini terasa lebih sakral karena bertepatan dengan Tahun Be, yang merupakan tahun keenam dalam siklus windu delapan tahunan Jawa. Dalam penanggalan Jawa, Tahun Be dimaknai sebagai masa refleksi dan penyusunan ulang diri setelah melewati fase ujian pada tahun Dal sebelumnya.

“1 Sura bukan tontonan, bukan pula festival. Ini adalah undangan untuk mulih — hadir, melepaskan, dan menyambut. Tahun Be ini membawa kedalaman tersendiri karena menandai waktu untuk menyusun ulang diri,” ujar Ketua Panitia Penyelenggara 1 Sura Be 1960, G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo, pada awak media, Kamis (11/06).

Baca juga:  Rizky Pemuda Sukoharjo Pemenang Hadiah Utama Motor XSR 155 MS Glow For Men

Peringatan tahun ini dikemas unik melalui ritual yang berkesinambungan, membagi laku tirakat ke dalam tiga fase utama,
ATITA (Melepaskan yang Lalu), dimulai Selasa (16/6) sore dengan doa bersama dan santap sore (mutih) di Pracima Tuin.


Tamu undangan juga akan mengunjungi pameran instalasi Surakusuma di Bale Sisworini hasil karya Abdi Muda Mangkunegaran, sebelum mengikuti prosesi utama Kirab Pusaka Dalem yang berjalan dalam tapa bisu mengelilingi tembok luar Pura.

ATIKI (Hadir di Masa Kini), memasuki tengah malam tepat pada pergantian tahun, laku prihatin berlanjut dengan ritual Semedi di Pendhapa Ageng dan Dalem Ageng sebagai puncak keheningan malam 1 Sura.

ANAGATA (Menyambut yang Datang), pada Rabu (17/6) pagi, laku penyambutan fajar digelar lewat ritual Laku Catur Sembah, menulis kartu harapan, dan ditutup dengan sesi Larasati, sebuah meditasi napas dan harmoni yang berkolaborasi dengan Terigu Studio serta Bottlesmoker di Pracima Tuin.

Baca juga:  Keluhkan Pendirian Pabrik Warga Geruduk Balai Desa

Melalui kesatuan laku ini, Mangkunegaran berharap esensi budaya Jawa dapat menjadi ruang pemulihan fisik dan spiritual bagi siapa saja yang hadir. Bagi masyarakat yang ingin merasakan atmosfer refleksi ini, pameran instalasi Surakusuma di Bale Sisworini juga dibuka untuk umum sepanjang bulan Juni 2026. (dea/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...