JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Pemimpin Cabang Perum Bulog Surakarta, Nanang Harianto, melakukan pengecekan penyerapan langsung di Gudang Perum Bulog Kompleks Pergudangan Duyungan, Surakarta, Senin (29/6). Hasilnya, stok beras yang dikelola Kantor Cabang Surakarta hingga hari ini mencapai 92.000 ton.
Jumlah tersebut dinilai sangat mencukupi kebutuhan hingga akhir 2026 dan awal 2027. “Artinya stok ini sangat mencukupi sampai dengan akhir tahun, bahkan sampai awal 2027,” ujar Nanang.
Secara keseluruhan, wilayah Soloraya telah menyerap gabah/beras petani sebesar 78,7 persen atau sekitar 79 persen dari target 93.000 ton. Realisasinya sudah 73.000 ton, sehingga masih ada target 20.000 ton lagi untuk 2026.
Kabupaten Sragen menjadi penyumbang terbesar. Dari target 38.500 ton, serapan di Sragen telah mencapai 111 persen atau 38.500 ton. Kontribusinya sekitar 30 persen dari total target Soloraya.
“Untuk Sragen, penyerapan paling besar dari target kami 38.500 ton untuk 2026. Secara persentase sudah 111 persen,” kata Nanang.
Kabupaten lain masih di bawah 100 persen. Tertinggi setelah Sragen adalah Sukoharjo 83 persen, sedangkan terendah Boyolali sekitar 50 persen. Bulog terus berupaya menyerap gabah musim tanam II (MT II) apabila harga di tingkat petani berada di bawah Rp6.500 per kilogram sesuai Harga Pembelian Pemerintah HPP.
Di Sragen, Bulog menyimpan beras sebanyak 16.000 ton yang tersebar di Gudang Duyungan dan Gudang Masaran/Kerikilan. Masing-masing gudang menampung 8.000 ton. Jumlah itu dinilai cukup untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan SPHP serta bantuan pangan hingga tahun depan.
Bulog menjual beras SPHP di gudang dengan harga Rp11.000 per kilogram. Untuk kemasan 5 kilogram dijual Rp55.000. Sementara harga eceran tertinggi HET di pasaran maksimal Rp12.500 per kilogram. Penyaluran digencarkan melalui Gerakan Pangan Murah dan kerja sama dengan pasar, TNI, Polri, penyuluh pertanian, Dinas Pertanian, serta pemerintah daerah.
Bulog juga menyiapkan penyaluran bantuan pangan beras 10 kilogram per penerima. Untuk Juli 2026 penugasan sudah masuk, sementara Agustus dan September masih menunggu perintah Badan Pangan Nasional. Di Sragen, bantuan Juli akan menyasar sekitar 180.000 penerima dengan total alokasi kurang lebih 1.800 ton.
Untuk menjaga mutu beras, Bulog melakukan pencegahan hama melalui spraying setiap bulan. Pengendalian dilakukan dengan fumigasi setiap dua sampai tiga bulan sekali menggunakan plastik penutup dan obat khusus agar hama mati tanpa memengaruhi kualitas beras.
“Ini sudah dilakukan Bulog bertahun-tahun untuk menjaga kualitas agar tidak terserang hama,” jelas Nanang.
Dengan stok aman dan penyerapan terus berjalan, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan dan harga beras. (yas/rit)






