Bayi Ditemukan di Toilet KA Sancaka

JATENGPOS.CO.ID, SOLO — Kesenyapan pagi di dalam gerbong Kereta Api (KA) Sancaka 84B relasi Yogyakarta–Surabaya Gubeng mendadak gempar, Sabtu (4/7). Seorang bayi berjenis kelamin yang belum dirinci ditemukan telantar di dalam toilet kereta oleh petugas PT KAI sekitar pukul 07.20 WIB saat kereta masih melaju.

Pihak kepolisian dari Polresta Surakarta bersama PT KAI Daop 6 Yogyakarta kini bergerak cepat menggelar sinergi besar-besaran untuk memburu pelaku pembuangan bayi tersebut.

Begitu menerima laporan penemuan, petugas KAI langsung berkoordinasi dengan Pusat Pengendalian Pelayanan dan Stasiun Solo Balapan. Tepat saat kereta merapat di peron Stasiun Solo Balapan sekitar pukul 07.30 WIB, bayi malang tersebut langsung dievakuasi ke Pos Kesehatan stasiun untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Baca juga:  Komisi B DPRD Jateng Apresiasi Kampung Laweyan tak Hanya Jadi Sentra Batik, Juga Destinasi Wisata Budaya

Tim dokter dan bidan dari Klinik Mediska KAI Solo yang melakukan observasi awal memastikan bahwa kondisi bayi dalam keadaan sehat dan stabil. Demi penanganan yang lebih aman dan intensif, bayi tersebut kini telah dipindahkan ke RS Bhayangkara Surakarta.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, melalui Kapolsek Banjarsari Kompol Harno, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa hukum akan ditegakkan.

“Personel Satreskrim Polresta Surakarta bersama Unit Reskrim Polsek Banjarsari saat ini masih melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, pengumpulan barang bukti, penelusuran rekaman CCTV, hingga berkoordinasi intensif dengan pihak PT KAI,” ujar Kompol Harno saat dikonfirmasi, Sabtu (4/7).

Baca juga:  UNS Berikan Pelatihan Usaha Bunga Potong

Polisi kini mempersempit ruang gerak pelaku dengan memeriksa manifes penumpang serta rekaman kamera pengawas di sepanjang stasiun pemberhentian KA Sancaka.

Kompol Harno juga mengetuk hati masyarakat yang sekiranya mengetahui gerak-gerik mencurigakan atau memiliki informasi valid terkait orang tua bayi untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat.

“Informasi dari masyarakat sangat kami butuhkan. Kami juga mengajak semua pihak untuk meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak, serta tidak melakukan tindakan keji yang membahayakan keselamatan jiwa bayi,” pungkasnya. (dea/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...