Semarak Festival Bunga Bandungan Diharapkan Jadi Pemantik Ekonomi Warga

JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Parade kendaraan berhias bunga menjadi puncak acara Festival Bunga Bandungan ke-5 tahun 2026 digelar di sebagian ruas jalan Ambarawa – Bandungan, Minggu (5/7/2026) siang hingga sore. Tidak kurang 20 mobil hias yang dipenuhi aneka jenis bunga segar maupun kertas berjalan berarak dari Ruang Terbuka Hijau atau Alun-alun Bandungan dan berakhir di Lapangan Desa Jetis.

Para petani bunga dari beberapa dusun di Bandungan, pedagang bunga maupun komunitas kesenian tradisional di seputaran Bandungan ikut serta memeriahkan defile.

Bupati Semarang H Ngesti Nugraha yang hadir pada acara itu berharap salah satu kegiatan tahunan yang menarik di Kabupaten Semarang itu membawa dampak positif berkelanjutan di berbagai sektor. Mulai dari pertanian, ekonomi kreatif, pemberdayaan UMKM maupun pariwisata itu sendiri.

“Semoga bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan pedagang bunga serta masyarakat luas. Kesenian tradisional juga dapat berkembang karena mendapat tempat di sini,”ujarnya.

Ketua Persatuan Petani Pedagang Bunga Bandungan (P3BB), Endro Pranoto melaporkan Festival Bunga Bandungan rutin digelar tiap tahun untuk mempromosikan potensi bunga potong segar Bandungan ke pasar nasional bahkan internasional.

Baca juga:  Diduga Korupsi PTSL, Kades dan 4 Perangkat Desa Papringan Ditahan Kejari

Dikatakan, sejarah tentang bunga dari Bandungan sudah dikenal sejak zaman kerajaan Syailendra dulu sebagai sesaji. “Kami para petani, pedagang dan pelaku usaha bunga lainnya ingin potensi bunga segar di Bandungan dapat dikenal dunia,” tegasnya.

Selain kirab mobil hias, Festival Bandungan juga dimeriahkan berbagai acara. Selama tiga hari, 3-5 Juli, digelar aneka lomba, workshop merangkai bunga dan pertunjukan kesenian tradisional. Acara tambah menarik dengan kehadiran  Putri Indonesia Pariwisata 2026 Karina Moudy Widodo.

Anggota DPRD Jateng, Bagus Suryo Kusumo yang ikut menyaksikan acara berharap kegiatan dapat terus dikembangkan. “Kita akan komunikasikan dengan Pemprov Jateng untuk kemungkinan pengembangannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, masih dalam rangkaian agenda wisata Kabupaten Semarang, pada Sabtu malam (4/7/2026) diadakan Festival Gedongsongo di kawasan wisata Candi Gedongsongo, Kecamatan Bandungan. Acara berlangsung meriah dihadiri sekitar 3.000 pengunjung. Mereka datang tidak sekedar untuk berwisata malam itu, lebih itu pengunjung menanti momen spesial, yakni menerbangkan lampion ke langit malam yang dingin itu.

Baca juga:  Tingkatkan Layanan Informasi Publik, Diskominfo Salatiga Gandeng UKSW

Pengunjung mendapat kesempatan menerbangkan lampion yang dibagikan satu per satu oleh panitia. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistyowati, mengatakan Festival Lampion Gedongsongo merupakan agenda rutin yang digelar sejak 2017. Awalnya mengangkat tema ritual resik candi dan seni budaya lokal, lalu sejak 2024 wajah festival diubah dengan tambahan atraksi penerbangan ribuan lampion.

“Teman tahun ini Eksotik Gedongsongo. Gedongsongo itu punya eksotisme budaya dan sejarah masa lampau. Kita kemas untuk menarik wisatawan masa kini. Ada panggung kesenian dan hiburan musik, mendatangkan artis Niken Salindry,” jelas Wiwin kepada wartawan di sela acara.

Acara tahunan itu digelar sejak pukul 16.00 WIB berlangsung meriah penuh kenangan. Pukul 22.00 WIB momen yang ditunggu-tunggu itu tiba, penerbangan ribuan lampion secara serentak. Satu per satu api kecil parafin dinyalakan di mulut kertas lampion. Tangan-tangan menggenggam erat saat api mulai menyala dan lampion menggelembung, lampion dilepas hingga melambung ke atas. (muz)

 


TERKINI

Rekomendasi

...