JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Gelaran Grand Carnival Solo Batik Carnival (SBC) ke-17 sukses memukau ribuan penonton yang memadati sepanjang rute jalan protokol Kota Surakarta pada Sabtu (11/7/2026).
Mengusung tema “Pitoelas: Pitulungan lan Welas”, event tahunan ini tidak hanya menjadi panggung unjuk kreativitas budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi produk-produk Industri Kecil Menengah (IKM) lokal untuk dikenal di kancah global.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, yang membuka langsung acara tersebut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi penyelenggaraan SBC yang kini telah menginjak usia 17 tahun. Menurutnya, SBC telah berevolusi menjadi lebih dari sekadar parade kostum biasa.
“Selama 17 tahun, Solo Batik Carnival telah berkembang menjadi lebih dari sekadar pertunjukan kostum. SBC kini menjadi panggung yang mempertemukan kreativitas, budaya, inovasi, dan semangat gotong royong. Melalui karnaval ini kita menunjukkan kepada Indonesia bahkan dunia bahwa batik bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sumber inspirasi yang terus hidup dan berkembang,” ujar Respati dalam sambutannya.
Respati menjelaskan bahwa makna tema “Pitoelas: Pitulungan lan Welas” merepresentasikan nilai luhur budaya Jawa, yaitu semangat saling menolong, kasih sayang, dan empati dalam kehidupan bermasyarakat. Lebih dari itu, Respati juga menegaskan komitmen Pemkot Surakarta untuk membawa SBC ke level internasional pada tahun-tahun mendatang.
“Tadi saya berdiskusi dengan penyelenggara, semoga dua tahun ke depan kita bisa mengundang tamu-tamu internasional. Harapannya, SBC semakin mendunia dan membawa dampak positif bagi UMKM serta perekonomian Kota Surakarta,” katanya.
Ada yang unik pada penyelenggaraan SBC kali ini. Selain menampilkan kreasi eksotis kain batik, Grand Carnival SBC ke-17 menjadi ajang promosi masif bagi produk IKM unggulan Kota Surakarta. Berbagai potensi lokal seperti sentra akar wangi, mebel, blangkon, wayang kulit, kain lukis, hingga kerajinan sangkar burung dari Mojosongo dan shuttlecock (kok bulu tangkis) dari Serengan ditampilkan dalam balutan karya kostum kreatif yang megah.
Dukungan penuh terhadap IKM lokal ini ditunjukkan secara nyata oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, yang turun langsung ke jalan menjadi ikon utama Solo Batik Carnival ke-17. Mengenakan kostum megah yang mengintegrasikan berbagai produk IKM unggulan, Astrid mengaku sangat bangga bisa kembali berpartisipasi untuk kedua kalinya.
“Alhamdulillah, ini menjadi kali kedua saya mengikuti Solo Batik Carnival. Tahun lalu saya juga ikut, dan tahun ini saya kembali mendukung upaya panitia yang mengangkat berbagai sentra industri di Kota Solo sebagai tema kostum. Ini menunjukkan identitas Kota Solo yang begitu kaya,” ungkap Astrid usai mengikuti karnaval.
Astrid menilai SBC harus terus melahirkan inovasi baru agar daya pikatnya terus meningkat, termasuk bagi wisatawan mancanegara. Ia pun mengaku telah menyamakan visi dengan Wali Kota Respati untuk pengembangan konsep ke depan.
“Tadi saya juga sempat berdiskusi dengan Mas Wali. Alhamdulillah beliau sangat antusias untuk membangun konsep-konsep baru sehingga Solo Batik Carnival ke depan semakin menarik. Mungkin nanti bisa ditambah instalasi kreatif, peserta dari luar daerah, bahkan peserta internasional agar daya tariknya semakin besar,” tambah Astrid.
Di akhir acara, Wali Kota Respati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat semangat “Pitoelas” ini sebagai modal bersama untuk membangun daerah. Ia berharap nilai-nilai kasih sayang dan saling menolong ini dapat terus menginspirasi masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus bersama-sama membawa Kota Surakarta menjadi kota yang maju, kreatif, berbudaya, dan mendunia. (dea/rit)





