JATENGPOS.CO.ID, SOLO — Kota Surakarta kembali mengukuhkan posisinya sebagai mercusuar kebudayaan dunia seiring dengan resmi digelarnya Solo International Art Camp (SIAC) ke-5 tahun 2026. Berlangsung mulai tanggal 16 – 27 Juli 2026, ajang seni internasional bergengsi ini sukses mempertemukan puluhan seniman lintas negara dalam ruang kolaborasi kreatif yang berdampak global.
Ketua Panitia SIAC ke-5, Sulistyo Chung, menjelaskan bahwa edisi kali ini mengusung tema universal yang sangat relevan, yaitu “Rewriting Tomorrow” (Menulis Ulang Hari Esok). Konsep ini diangkat sebagai respons adaptif terhadap situasi dunia saat ini yang penuh tantangan, mulai dari isu krisis energi global hingga ketidakpastian geopolitik yang sudah dirasakan imbasnya di dalam negeri.
“Melalui tema ini, kita mengajak para seniman dari berbagai penjuru dunia menceritakan harapan mereka mengenai masa depan bumi dalam wujud karya nyata. Mulai besok, para peserta akan menuangkan isi pikiran mereka secara langsung dalam medium seni lukis maupun patung,” jelas Sulistyo Chung yang juga Ketua Yayasan Jagoan Indonesia, Kamis (16/07).
Antusiasme terhadap SIAC mengalami peningkatan drastis dari tahun ke tahun. Dimulai dari hanya 12 negara pada edisi pertama tahun 2016, berturut-turut naik menjadi 15, 20, 22, hingga mencapai puncaknya tahun ini dengan total 28 negara.
SIAC sebenarnya menerima aplikasi dari 35 lebih negara, namun melalui proses kurasi ketat yang menilai rekam jejak seniman serta kualitas karya, dipilihlah 28 negara terbaik. Total peserta workshop utama berjumlah 80 orang seniman profesional, yang terdiri dari 65 delegasi mancanegara dan 15 seniman lokal pilihan.
Tak hanya pameran statis, perhelatan kebudayaan terbesar di Solo ini turut melibatkan lebih dari 400 seniman lokal dari sanggar-sanggar seni di Surakarta.
Acara berskala internasional ini dibuka secara resmi oleh Mayjen TNI Endro Satoto, yang hadir mewakili Marsekal TNI (Purn.) Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. selaku Dewan Penasehat Yayasan Jagoan Indonesia. Dalam pidato sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap jajaran panitia yang sukses mengumpulkan seniman dunia di Solo.
“Ini merupakan pembuktian nyata bahwa seni memiliki kekuatan magis (soft power) sebagai wadah dialog global, mempererat tali persaudaraan antar-bangsa, sekaligus memperkenalkan kehangatan serta kekayaan khazanah budaya Indonesia ke mata dunia,” tegas Mayjen TNI Endro Satoto, usai membuka SIAC.
Senada dengan hal tersebut, Walikota Surakarta, Respati Ardi, menyambut hangat pelaksanaan SIAC ke-5 ini. Pemerintah Kota Solo menyatakan komitmennya dalam mendukung ajang kebudayaan yang berkelanjutan dan mempromosikan pariwisata Solo secara masif. Ajang ini dinilai krusial sebagai pendorong visi strategis Solo menuju kota global (World City 2030).
“Semoga event ini melahirkan daya tarik wisata baru yang berkelanjutan dan terus dikembangkan sebagai salah satu flagship event unggulan Kota Solo di masa depan,” pungkas Respati Ardi.
Seniman mancanegara yang hadir dalam Solo Internasional Art Camp #5 2026 diantaranya berasal dari Australia, Bangladesh, Belgia, Brasil, Bulgaria, Kamboja, Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Lituania, Mongolia, Myanmar, Nepal, Filipina, Polandia, Rusia, Serbia, Singapura, Spanyol, Sri Lanka, Thailand, Turki, Amerika Serikat, dan Vietnam.
Sejumlah agenda seni yang akan digelar selama pelaksanaan antara lain Art Workshop, Traditional Dance, Artist Talk transfer ilmu seni, Cultural Parade Kirab Busana Adat masing-masing negara di CFD Ngarsopuro – Solo, City Tour dan Art Exhibition di Taman Balekambang. (dea/rit)





