BPBD Karanganyar Siapkan Bantuan Air untuk 18 Desa


JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Karanganyar telah memetakan wilayah yang rawan kekurangan air bersih. Sebanyak 18 desa di 11 kecamatan masuk daftar prioritas untuk menerima dropping air bersih jika musim kemarau memuncak.

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar Sugiharjo mengatakan, dari 18 desa tersebut terdapat 5.212 jiwa atau 1.614 kepala keluarga yang berpotensi terdampak.

“BPBD Kabupaten Karanganyar sudah melakukan pemetaan daerah atau desa dan kecamatan yang berpotensi mendapatkan bantuan dropping air bersih. Ada 11 kecamatan, 18 desa dengan jumlah 5.212 jiwa atau 1.614 kepala keluarga,” ujarnya, Selasa (21/7).

BPBD sudah lebih dulu menyalurkan bantuan air bersih ke dua wilayah, yakni Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo dan Kecamatan Mojogedang.


Baca juga:  Tawangmangu jadi Favorit, Lonjakan GT Karanganyar Naik 71 Persen

Namun bantuan itu tidak disebabkan kekeringan luas. Di Wonorejo, pompa air milik warga rusak sehingga BPBD mengirim dua tangki atau sekitar 10.000 liter air bersih pekan lalu. Di Mojogedang, bantuan juga diberikan sejak awal bulan.

Setelah pompa diperbaiki, warga tidak lagi mengajukan permohonan.

“Setelah kami dropping 10.000 liter air bersih dan pompa selesai diperbaiki, sampai sekarang tidak ada permintaan lagi. Berarti kondisi pasokan air sudah kembali normal,” kata Sugiharjo.

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan, BPBD telah menyiapkan skema kerja sama. Jika permintaan bantuan meningkat dan BPBD kewalahan, maka distribusi akan dikoordinasikan dengan Palang Merah Indonesia dan Perumda Air Minum.

“Kalau nanti permintaan dropping air bersih banyak dan BPBD kewalahan, kami akan berkoordinasi dengan PMI maupun PDAM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” jelasnya.

Baca juga:  RSUD Pandan Arang Boyolali Naik Kelas ke Tipe B

Berdasarkan prakiraan BMKG, puncak musim kemarau di Karanganyar diperkirakan terjadi awal Agustus. BPBD berharap kondisi membaik pada pertengahan September dan tidak berlanjut hingga Oktober.

“Kami berharap pertengahan September kondisi sudah mulai membaik dan musim kemarau tidak sampai berlangsung hingga Oktober. Namun kami tetap mengikuti perkembangan informasi dari BMKG,” pungkas Sugiharjo. (yas/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...