JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Memasuki musim kemarau, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan atau Dispertan PP Kabupaten Karanganyar bergerak cepat. Langkah utama yang ditempuh adalah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo agar pasokan air irigasi dari waduk tidak terhenti.
Kepala Dispertan PP Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, mengatakan pihaknya meminta BBWS Bengawan Solo tidak menutup pintu air. Tujuannya agar petani tetap bisa mengakses air sepanjang tahun.
“Kami sudah koordinasi dengan Bengawan Solo agar tidak ada penutupan pintu air, sehingga air tetap bisa dimanfaatkan terus oleh petani sepanjang tahun,” ujar Feriana saat ditemui di Karanganyar, Selasa (21/7).
Selain menjaga suplai, Dispertan PP juga mengajak petani menyesuaikan pola tanam. Salah satunya memilih varietas padi tahan kekeringan. Petani juga diminta menerapkan sistem pengairan macak-macak, yaitu pemberian air secara berselang agar lahan tidak terus tergenang.
Untuk daerah yang rawan kekeringan, Dispertan PP mengoptimalkan pompa air bantuan yang telah disalurkan tahun lalu.
“Bantuan pompa yang sudah ada kami optimalkan agar bisa dimanfaatkan petani di daerah yang membutuhkan,” kata Feriana.
Hingga saat ini, Dispertan PP belum menerima laporan gagal panen akibat kekurangan air. Namun beberapa waktu lalu petani sempat menghadapi serangan hama wereng.
Feriana menyebut pengendalian dilakukan secara serentak bersama kelompok tani agar serangan tidak meluas.
“Kalau gagal panen karena pengairan, sejauh ini belum ada. Kemarin memang sempat ada serangan wereng, tetapi sudah kami lakukan pengendalian hama secara bersama-sama dan serentak,” jelasnya.
Dispertan PP berharap dukungan BBWS Bengawan Solo dalam menjaga kelancaran irigasi, ditambah upaya adaptasi dari petani, mampu menjaga produktivitas pertanian Karanganyar tetap stabil selama musim kemarau. (yas/rit)





