Peringati Hari Anak Nasional, Alfamart Tebar Edukasi Cegah Stunting


JATENGPOS.CO.ID, KLATEN — Memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli, Alfamart memperkuat komitmen penanganan stunting melalui Program Satu Telur Sehari (STS). Bertempat di Balai Desa Kradenan, Kabupaten Klaten, sebanyak 35 anak penerima manfaat beserta orang tuanya mengikuti sesi edukasi gizi interaktif bersama tenaga kesehatan pada Rabu (22/7).

Program yang telah memasuki tahun keempat ini menargetkan 2.700 anak terindikasi stunting di 39 kabupaten/kota dengan menyalurkan lebih dari 510.000 butir telur selama enam bulan pelaksanaan sejak Mei 2026. Bantuan disalurkan secara periodik melalui pendataan Dinas Kesehatan dan kader Posyandu setempat.

Bidan Desa Kradenan, Tantrie Rosariningtyas, menjelaskan bahwa periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan fase krusial dalam pencegahan stunting. Pada rentang usia 6 hingga 24 bulan, asupan protein hewani seperti telur sangat dibutuhkan untuk menunjang tumbuh kembang anak.

Baca juga:  Kakorlantas Polri dan PT Jasa Raharja Pantau Persiapan Fasilitas Solo Smart City

Tantrie juga meluruskan mispersepsi yang beredar di masyarakat mengenai pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI). Menurutnya, MPASI tidak perlu menunggu anak tumbuh gigi, melainkan dimulai saat anak menunjukkan kesiapan fisik dan cerna sekitar usia 6 bulan dengan penyesuaian tekstur.


Jangkauan program ini terus meningkat pesat dari tahun ke tahun. Berdasarkan evaluasi internal pada 2025, sebanyak 72 persen anak penerima manfaat mencatatkan kenaikan berat badan sebagai indikator perbaikan gizi.

General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, menyampaikan bahwa perluasan program merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting secara nasional melalui kolaborasi dan edukasi berkelanjutan.

“Kami tidak hanya memberikan telur, tetapi juga menghadirkan edukasi langsung dari para ahli agar keluarga memahami pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang tepat. Harapannya, program ini membentuk kebiasaan hidup sehat dalam keluarga,” pungkas Rani. (dea/rit)


TERKINI

Kami Butuh Pangan Bukan Tambang 

Rekomendasi

...