Praktisi Hiroshima Jepang Dampingi Poktan Lestari Makmur Dorong Bisnis Pertanian Berkelanjutan


JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR- Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta (uns.ac.id) melalui Program Kemitraan Masyarakat Internasional (PKMI) menghadirkan praktisi pertanian dari Hiroshima, Jepang, Khaerul Fahmi, dalam kegiatan pendampingan Kelompok Tani (Poktan) Lestari Makmur, Kabupaten Karanganyar, pada Kamis–Jumat (23–25/7/2026).

Program yang diketuai oleh dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian (FP) UNS, Mercy Bientri Yunindanova, S.P., M.Si., Ph.D., tersebut mengusung tema “Pengembangan Kewirausahaan, Pendampingan Penyusunan Roadmap, dan Pelatihan Manajemen Bisnis Berbasis Pertanian: Transfer Pengetahuan dan Pengalaman Lapangan dari Wakai Farm Jepang untuk Kelompok Tani Hortikultura di Karanganyar, Indonesia.”

Khaerul Fahmi merupakan Direktur Yayasan Wakai Farm, sebuah unit usaha pertanian di Hiroshima, Jepang, yang mengembangkan berbagai jenis sayuran Jepang dan sayuran Asia dengan sistem pengelolaan yang modern serta berorientasi pada keberlanjutan. Wakai Farm berlokasi di 325 Minoshimacho, Fukuyama, Hiroshima 721-0957, Jepang.

Selama kegiatan pendampingan, Khaerul Fahmi membagikan pengetahuan dan pengalaman praktis kepada para petani. Rangkaian kegiatan meliputi pelatihan kewirausahaan pertanian, manajemen bisnis berbasis pertanian, serta kunjungan lapangan untuk mengidentifikasi potensi, kebutuhan, dan tantangan yang dihadapi Kelompok Tani Lestari Makmur.


Berdasarkan hasil observasi lapangan tersebut, Khaerul Fahmi juga memberikan sejumlah rekomendasi strategis sebagai arah pengembangan kelompok tani. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat membantu kelompok tani tumbuh menjadi organisasi yang lebih mandiri, profesional, produktif, dan memiliki daya saing dalam mengembangkan usaha pertanian.

Baca juga:  Satgas Covid-19 Klaten Kembali Kirim Pasien ke Donohudan

Kegiatan pelatihan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karanganyar, kepala desa, perwakilan kecamatan, kepala dusun, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kehadiran praktisi pertanian dari Hiroshima menjadi kesempatan berharga bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan secara langsung mengenai praktik pengelolaan pertanian dan manajemen usaha yang telah diterapkan di Jepang.

Selain menghadirkan transfer pengetahuan dan pengalaman, PKMI UNS juga memberikan dukungan nyata kepada petani melalui penyaluran sarana produksi. Bantuan yang diberikan meliputi 145 bibit pisang Bawen, 200 kilogram bibit jahe, satu unit mesin pencacah atau chopper kompos, serta 700 kilogram kompos sebagai modal awal untuk mendukung pengembangan budidaya pisang dan jahe secara berkelanjutan.

Ketua Tim PKMI juga Dosen Program Studi Agroteknologi FP UNS, Mercy Bientri Yunindanova (dua dari kiri) dan bantuan bibit jahe dalam pendampingan Poktan Lestari Makmur, Kabupaten Karanganyar. FOTO:IST/JATENGPOS

Ketua Tim PKMI UNS, Mercy Bientri Yunindanova, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk membuka peluang usaha yang lebih luas bagi petani. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyusunan roadmap pengembangan kelompok tani, penguatan jejaring kemitraan, serta penerapan manajemen bisnis pertanian yang lebih terarah.

“Pendampingan ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai teknik budidaya, tetapi juga membangun pola pikir kewirausahaan. Petani diharapkan mampu melihat komoditas pertanian sebagai produk yang perlu dikelola dari aspek produksi, kualitas, pemasaran, hingga keberlanjutan usahanya,” ujar Mercy.

Baca juga:  Ombudsman Berikan Penghargaan Kepatuhan Tinggi Standar Pelayanan Publik Kabupaten Sukoharjo

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui penguatan pertanian berkelanjutan dan peningkatan produktivitas petani; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui pengembangan kewirausahaan serta peluang usaha berbasis pertanian; dan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pemanfaatan kompos dan pengelolaan sumber daya pertanian secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara UNS, Wakai Farm Jepang, pemerintah daerah, dan kelompok tani juga mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kemitraan internasional tersebut mempertemukan akademisi, praktisi pertanian, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya mendorong pembangunan sektor pertanian yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan PKMI UNS ini, Kelompok Tani Lestari Makmur diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak pengembangan usaha pertanian berkelanjutan di Kabupaten Karanganyar. Hasil pendampingan juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya untuk memperkuat manajemen organisasi, mengembangkan potensi komoditas lokal, serta membangun jejaring usaha yang lebih luas. (mer/muz)


TERKINI

Rekomendasi

...