Haedar Nashir Sebut Muktamar Forum Tertinggi Musyawarah Berbasis Ilmu


JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah resmi dibuka di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat (7/8). Mengusung tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan”, forum tertinggi ini menjadi momentum strategis penguatan komitmen gerakan perempuan muda Muhammadiyah bagi peradaban, umat, dan bangsa.

Hadir langsung dalam pembukaan tersebut Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir beserta jajaran, Ketua PP Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini, jajaran unsur pemerintah daerah, tokoh-tokoh persyarikatan, serta ribuan kader dari seluruh pelosok tanah air.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam amanatnya mengimbau dengan tegas agar jalannya muktamar tidak dimaknai sebagai ajang ketegangan politis organisasi, melainkan sebagai ruang musyawarah yang teduh, bermartabat, dan melahirkan kebijaksanaan bersama.

Baca juga:  May Day, Pemulung Putri Cempo Protes Pelarangan Mulung di TPA

“Jadikan forum-forum Muktamar kita sungguh-sungguh untuk wasyawirhum fil amri sebagaimana semangat bermusyawarah,” pesan Haedar.


Ia juga meminta Nasyiatul Aisyiyah memproyeksikan arah gerakan organisasi secara dinamis agar mampu merespons perubahan zaman yang tidak linier demi kemaslahatan kemanusiaan semesta.

Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah, Monica Subastia, menyampaikan rasa bangganya atas terpilihnya Jawa Tengah sebagai tuan rumah penyelenggaraan agenda akbar empat tahunan ini.

“Muktamar kali ini diikuti oleh 875 peserta resmi dari tingkat wilayah hingga cabang, serta dimeriahkan oleh kehadiran sekitar 6.700 kader penggembira dari berbagai daerah,” kata Monica.

Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari, menegaskan bahwa muktamar bukan sekadar ajang suksesi kepemimpinan, melainkan ruang refleksi untuk memperkuat komitmen gerakan organisasi.

Baca juga:  UMKM Tangguh, MR Epple dan Cozmeed Buktikan Digital Marketing Kunci Meraih Sukses

Dukungan senada datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Setda Jateng, Syamsudin Isnaini. Ia menilai tema peradaban berkelanjutan sangat sinkron dengan tantangan pembangunan nasional saat ini yang bertumpu pada penguatan mutu SDM, ketahanan keluarga, dan aspek lingkungan inklusif.

Agenda muktamar dijadwalkan berlangsung hingga beberapa hari ke depan dengan fokus utama penyampaian laporan pertanggungjawaban kepemimpinan, pembahasan isu-isu strategis, perumusan program kerja baru, serta pemilihan nakhoda baru Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah untuk masa bakti periode 2026-2030. (dea/rit)


TERKINI


Rekomendasi

...