30 C
Semarang
Jumat, 17 April 2026

Pemkab Sukoharjo Dukung Kemandirian Pensiunan Buruh




JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Pemerintah Kabupaten Sukoharjo memberikan dukungan penuh terhadap langkah PT Danliris dalam menyiapkan masa pensiun karyawan melalui program pelatihan pertanian produktif.

Program ini memanfaatkan lahan seluas 37 hektare di Desa Banaran, Kecamatan Grogol, sebagai wadah edukasi dan kemandirian ekonomi bagi para tenaga kerja.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatno, menilai inisiatif ini sangat strategis karena membekali karyawan agar tetap produktif pasca masa bakti mereka berakhir.

“Program ini selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional,” Kata Bagas Windaryatno, Kamis (16/04).


Pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan nyata agar program tersebut berkelanjutan. Bagas menyebutkan bahwa pihaknya siap memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor dan teknologi drone, serta mengerahkan tenaga penyuluh pertanian untuk memberikan pendampingan teknis di lapangan.

Baca juga:  Malam Tahun Baru Bupati Sukoharjo Lantik 155 Pejabat

Selain itu, sinergi dengan petani milenial lokal yang ahli dalam pengelolaan greenhouse akan dibuka guna memperkenalkan sistem pertanian modern kepada para calon pensiunan.

Senada, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Sukoharjo, Setyo Aji Nugroho, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan implementasi konkret dari regulasi ketenagakerjaan yang mewajibkan perusahaan menyiapkan masa transisi bagi pekerjanya.

“Kani berharap skema pelatihan dan konseling persiapan pensiun ini dapat menjadi proyek percontohan yang diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain di wilayah Sukoharjo.” Imbuh Setyo Aji.

Direktur Umum PT Danliris, Harrison Silaen, memaparkan bahwa setiap tahun terdapat sekitar 1.000 karyawan dari total 8.000 tenaga kerja perusahaan yang memasuki masa pensiun.

Baca juga:  'Pager Mangkok' Satlantas Sukoharjo Menyapa Warga Sekitar dengan Berbagi Sembako

Dalam program perdana ini, sebanyak 150 karyawan dilibatkan langsung untuk mengelola berbagai komoditas pertanian di lahan seluas 37 hektare tersebut.

Selama mengikuti pelatihan lapangan, para karyawan tetap menerima gaji penuh sebagaimana mestinya. Harrison menekankan bahwa orientasi program ini murni untuk pemberdayaan, bukan mencari profit bagi perusahaan.

Hasil panen yang didapatkan nantinya didistribusikan kembali kepada seluruh karyawan dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.

Rencana jangka panjangnya, kawasan lahan di Desa Banaran tersebut akan dikembangkan menjadi area terpadu yang menggabungkan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

Selain menjadi pusat pelatihan, lokasi tersebut juga diproyeksikan menjadi destinasi agrowisata edukatif yang diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar dan memperkuat ketahanan pangan daerah. (dea/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...