Sembilan Dapur MBG di Pati Distop Sementara


JATENGPOS.CO.ID, PATI – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pati sejak 25 Mei 2026. Penyebabnya, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di sembilan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut belum memenuhi standar operasional.

Penghentian sementara ini berdampak langsung pada layanan MBG di wilayah kerja sembilan SPPG itu. Selama masa suspend, pengelola wajib memperbaiki IPAL sebelum dapat kembali beroperasi melayani siswa.

Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Kabupaten Pati Ahmad Khoirul Basar menegaskan, seluruh kasus suspend kali ini murni terkait pengelolaan limbah. Tidak ada faktor keracunan atau kualitas makanan.

“Sembilan SPPG yang disuspend itu karena IPAL. Untuk pencabutan suspend menunggu perbaikan. Semua sembilan karena IPAL. Kalau perbaikan cepat ya cepat. Tinggal dinaikkan lagi surat permohonan pencabutan suspend,” ujarnya, Rabu (4/6/2026).


Sembilan SPPG yang dihentikan sementara, yaitu, SPPG Pati Juwana Karangrejo – Yayasan Patriot Bangsa Pilar Kemanusiaan, SPPG Pati Kayen Kayen 2– Yayasan Mitra Cendekia Waskita, SPPG Pati Gembong Wonosekar – Yayasan Wadja Mulia Abadi, SPPG Pati Tlogowungu Guwo– Yayasan Roudlotul Muta’alim, SPPG Pati Tlogowungu Guwo 2 – Yayasan Roudlotul Muta’alim, SPPG Pati Margorejo Sukoharjo – Yayasan Wadja Mulia Abadi, SPPG Pati Pati Sarirejo 2 – Yayasan Wadja Mulia Abadi, SPPG Pati Pati Kutoharjo – Yayasan Toha Asep Suherman, dan SPPG Pati Kayen Sundoluhur 2– Yayasan Sambut Esok Cerah.

Baca juga:  Polres Kudus Sikat Judi Online, Dua Pelaku Diringkus

Basar mengimbau seluruh pengelola SPPG di Pati mematuhi SOP, khususnya pengelolaan limbah. Ia menegaskan ketidakpatuhan akan berujung sanksi penghentian operasional.

“Imbauannya kepada SPPG untuk memerhatikan IPAL dan SOP lainnya. Kalau di Pati, dari 164 SPPG yang sudah beroperasi, sembilan terkena suspend. Saat ini belum ada rencana penambahan SPPG,” jelasnya.

Dengan demikian, 155 SPPG lain di Pati masih beroperasi normal melayani MBG. Meski begitu, pengawasan aspek sanitasi dan lingkungan terus diperketat demi menjaga kualitas dan keamanan makanan bagi siswa.

Sebelumnya, SPPG Margorejo Pati juga sempat disuspend menyusul dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa pada 9 Februari 2026. Setelah evaluasi dan perbaikan bersama Dinas Kesehatan, dapur itu kini sudah beroperasi lagi karena dinilai sesuai SOP.

Baca juga:  Sambil Gowes, Haryanto Nglarisi Dagangan PKL

“SPPG Margorejo KLB kita sempat evaluasi. Kemarin dari dinkes ada evaluasi dan perbaikan. Sudah sesuai SOP,” kata Basar.

BGN menegaskan, pencabutan suspend hanya bisa dilakukan setelah perbaikan IPAL tuntas dan pengelola mengajukan permohonan evaluasi ulang. Tim verifikasi BGN akan turun memastikan IPAL berfungsi sesuai standar sebelum izin operasional diberikan kembali.

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh SPPG pendukung MBG memenuhi standar kesehatan, sanitasi, dan lingkungan yang ditetapkan pemerintah. Korwil MBG Pati meminta sekolah dan siswa di wilayah terdampak suspend untuk bersabar. Distribusi MBG dihentikan sementara hingga dapur dinyatakan layak beroperasi kembali.(Ida/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...