JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Bank Indonesia, dan industri jasa keuangan untuk memperkuat literasi serta inklusi keuangan generasi muda. Komitmen ini diwujudkan lewat Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sukoharjo, Senin (31/8/2026).
Acara bertema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” ini dihadiri oleh Kepala OJK Solo Mohammad Mufid, Plt. Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, Sekda Sukoharjo Abdul Haris Widodo, serta 300 pelajar dan guru dari jenjang SD hingga SMA.
Kepala OJK Solo, Mohammad Mufid, menjelaskan bahwa lewat momen HIM dan BLK 2026, pihaknya terus mengakselerasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) melalui produk Simpanan Pelajar (SimPel). Langkah ini penting untuk mengenalkan produk keuangan legal sekaligus membentuk kebiasaan finansial yang sehat sejak dini.
“Sekolah Rakyat memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan sekaligus membentuk kebiasaan mengelola keuangan sejak dini. OJK menginisiasi Bulan Literasi Keuangan secara nasional sebagai momentum meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya segmen pelajar, mengenai pengelolaan keuangan yang aman,” ujar Mufid.
Sementara itu, Plt. Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, menekankan pentingnya disiplin finansial bagi para siswa di tengah gempuran teknologi dan kemudahan transaksi digital.
“Selagi masih muda, mulailah membiasakan diri untuk menabung. Menabung bukan hanya tentang menyimpan uang, tetapi juga membangun disiplin dan belajar mengelola keuangan secara bijak,” kata Eko.
Selain seremoni penyerahan simbolis dukungan inklusi keuangan, kegiatan ini diisi dengan edukasi interaktif oleh OJK Solo, Bank Indonesia Solo, dan perwakilan lembaga jasa keuangan. Para siswa dibekali pemahaman mengenai manajemen keuangan dasar, gerakan Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, serta tata cara memanfaatkan rekening SimPel. (dea/rit)




