Sinergi Petugas Evakuasi Warga Terdampak Kebakaran Putri Cempo


JATENGPOS.CO.ID, SOLO — Kebakaran hebat melanda gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, pada Rabu (2/9) malam. Amuk si jago merah yang membakar tumpukan sampah di Blok B dan Blok D tersebut memicu pergerakan masif serta sinergi penuh dari jajaran kepolisian, prajurit TNI, tim pemadam kebakaran, BPBD, SAR, hingga Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo, Herwin Tri Nugroho, mengatakan armada pemadam kebakaran masih disiagakan di lokasi kebakaran TPA Putri Cempo. Menurutnya, titik api masih ditemukan merata di semua blok di TPA Putri Cempo.

“Pagi ini masih ada beberapa titik nyala api. Unit-unit Damkar masih standby semua. (Api) di Blok B, C dan D masih ada,” ujar Herwin, di Solo, Kamis, (03/09).

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga setempat sekitar pukul 18.00 WIB. Saksi mata di lokasi, Sumadi (54), menuturkan bahwa kobaran api sudah terlihat membesar dari arah kediamannya. Melihat kondisi kritis tersebut, ia bergegas melaporkan kejadian ke pihak pengelola TPA.

Baca juga:  Bersama Petani, Sumanto Basmi Tikus di Desa Harjosari dan Jongke

Informasi berantai lantas diteruskan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta. Sekitar pukul 18.15 WIB, armada Pemadam Kebakaran (Damkar) mulai berdatangan dan langsung melakukan penanganan awal.

Melihat besarnya kobaran api yang dengan cepat merambat akibat tiupan angin kencang, puluhan unit mobil Damkar dari berbagai daerah di kawasan Solo Raya diterjunkan secara bergantian.

Tak hanya itu, penanganan darurat yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo turut melibatkan dua unit armada water cannon—masing-masing disiagakan dari Brimob Polda Jawa Tengah dan Polresta Surakarta.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kasihumas AKP Lingga Ramadhani mengonfirmasi pengerahan unit water cannon tersebut guna memperkuat armada pemadam di lapangan.

Dukungan penuh juga datang dari regu pemadam Kodim 0735/Surakarta. Bersama personel Polri, BPBD, SAR, dan warga setempat, para prajurit TNI bahu-membahu melakukan penyemprotan air sekaligus penyisiran di sekitar batas area TPA.

Komandan Kodim 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman, S.H., melalui Danramil 04/Jebres Kapten Cba Sugiono menegaskan bahwa keterlibatan TNI merupakan bentuk respons cepat untuk melokalisasi titik api agar tidak merembet ke kawasan pemukiman penduduk. Seluruh petugas di lapangan diimbau untuk tetap mengutamakan keselamatan selama proses pemadaman berlangsung.

Baca juga:  Senin Masuk Sekolah, Pemprov Jateng Beri 'Flexi Time' bagi ASN Ayah 

Sementara itu, guna melindungi keselamatan masyarakat dari paparan asap tebal, Pemkot Surakarta mengambil langkah tegas dengan mengevakuasi warga terdampak di satu wilayah RW ke tempat yang lebih aman.

Wali Kota Solo Respati Ardi turun langsung meninjau proses pemadaman dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Selain proses evakuasi, Dinas Kesehatan Kota Surakarta juga membagikan masker secara masif guna mencegah timbulnya gangguan saluran pernapasan.

Guna mencegah penyebaran api yang lebih luas, tim gabungan telah membuat barrier atau sekat lingkaran di sekeliling area terdampak di Blok B, blok C dan Blok D. Petugas lintas instansi disiagakan selama 24 jam penuh di lokasi kejadian.

Mengenai penyebab pasti munculnya titik api awal, Wali Kota menyatakan belum mau berspekulasi, sebab pihak BPBD dan kepolisian masih memfokuskan seluruh daya pada pemadaman total sebelum meluncurkan investigasi resmi. (dea/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...