Tujuh Hari Kebakaran TPA Putri Cempo: Upaya Pemadaman Lewat OMC hingga Sholat Istisqo’


JATENGPOS.CO.ID, SOLO- Terhitung sudah tujuh hari ini api melahap gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Jebres, Solo. Namun hingga Selasa (8/9/2026), bara belum juga sepenuhnya berhasil dijinakkan. Asap masih mengepul dari sejumlah titik.

Di Blok C, petugas terus melakukan penyiraman. Kepulan asap juga masih terlihat di Blok D dan Blok B. Di tengah kepungan asap dan gunungan sampah, tim gabungan kini menghadapi satu persoalan besar, bagaimana menembus Blok B yang hingga kini belum bisa dijangkau?

Sebanyak 76 petugas gabungan dengan 11 armada dikerahkan untuk penanganan pada hari keenam. Namun tantangan terbesar bukan semata memadamkan api, melainkan membuka akses menuju sumber kebakaran di Blok B.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, Ari Dwi Daryatmo, mengatakan petugas saat ini fokus menyisir Blok D untuk membuka jalur menuju Blok B.

Pasalnya, sisi lereng timur Blok B merupakan kawasan terisolasi. Tidak tersedia akses jalan yang memungkinkan alat berat maupun armada pemadam mencapai lokasi tersebut.

“Kalau melihat dari peta, progresnya sekitar 50 persen. Blok B itu yang paling sulit karena tidak bisa kita akses sama sekali dari sisi timur. Jadi, satu-satunya cara kita buka jalan lewat Blok D, pelan-pelan kita susuri dan injeksi dengan alat berat,” kata Ari saat ditemui di TPA Putri Cempo, Senin (7/9/2026).

Ekskavator kini menjadi salah satu senjata utama. Alat berat dikerahkan ke atas gunungan sampah untuk membongkar sekaligus membuka jalur yang memungkinkan petugas mendekati titik api.

Strateginya bertahap: Blok D dibuka, jalur disusuri, kemudian akses menuju Blok B dibuat sedikit demi sedikit. Setelah jalan terbuka, petugas diharapkan dapat melakukan penyiraman dan penanganan langsung di kawasan yang selama ini menjadi titik paling sulit dijangkau.

Di tengah proses pemadaman dari darat yang menghadapi medan berat, pemerintah juga menyiapkan opsi lain, operasi modifikasi cuaca (OMC).

BPBD Kota Solo telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG disebut siap mendukung pelaksanaan modifikasi cuaca. Namun pelaksanaannya masih menunggu keputusan dan instruksi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca juga:  Polisi Sita Ratusan Sepeda Motor Knalpot Brong di Solo

“Untuk OMC ini juga masih kita menunggu dari BNPB. Karena memang kemarin kita sudah koordinasi ke BMKG. Kalau memang dari BNPB menyarankan untuk dilakukan modifikasi cuaca oleh BMKG, intinya mereka siap,” ujar Ari.

Harapannya hujan turun di kawasan TPA Putri Cempo sehingga membantu membasahi gunungan sampah dan mempercepat proses pemadaman bara yang sulit dijangkau petugas.

BPBD Jawa Tengah bahkan menyebut pelaksanaan OMC ditargetkan mulai dilakukan pada pekan ini. Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas C Penanggungan, mengatakan informasi yang diterima pihaknya menunjukkan BNPB akan menggunakan mekanisme OMC untuk membantu penanganan kebakaran.

“Informasi yang kami terima, selanjutnya kita mencoba untuk membangun awan dengan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilaksanakan oleh BNPB,” kata Bergas di Kantor Pemprov Jawa Tengah, Senin (7/9/2026).

Menurut dia, OMC diharapkan sudah dapat beroperasi sekitar 9-10 September. Kondisi atmosfer yang mulai menunjukkan keberadaan awan dinilai dapat menjadi peluang untuk mendukung operasi tersebut.

“Mungkin sekitar tanggal 9-10 harapannya sudah beroperasi. Karena kalau kita lihat sudah ada awan-awan yang mungkin bisa membantu berkaitan dengan operasi modifikasi cuaca,” lanjutnya.

Upaya memadamkan kebakaran TPA Putri Cempo sejauh ini dilakukan dari berbagai jalur. Selain petugas pemadam dan alat berat di darat, dukungan udara juga telah digunakan. Polda Jawa Tengah mengerahkan water bombing untuk menjangkau titik-titik yang sulit didatangi melalui jalur darat.

Bergas mengatakan metode tersebut menjadi bagian dari strategi berlapis untuk mempercepat pengendalian api.

“Selanjutnya kebetulan kita dibantu Polda Jateng dengan menggunakan water bombing, sudah beberapa kali. Ini bagian dari dukungan untuk menggapai lokasi-lokasi yang tidak bisa dilalui oleh jalur darat,” ujarnya.

Kini, OMC disiapkan sebagai tambahan kekuatan. Menurut Bergas, kondisi kebakaran kali ini membutuhkan pengerahan seluruh sumber daya yang tersedia. Terlebih, pengalaman kebakaran TPA Putri Cempo pada 2023 menunjukkan api di gunungan sampah dapat bertahan sangat lama.

Baca juga:  Menkes Ungkap Indonesia Masih Tertinggal dalam Mendeteksi Varian Virus Baru

“Kalau kita mengacu tahun 2023 saat Putri Cempo terbakar juga, itu waktu penanganannya 24 hari. Ini baru masuk di hari kelima. Harapannya bisa lebih cepat,” katanya.

Sementara, Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan Zona C dan D telah berhasil dilokalisir. Pemantauan menggunakan perangkat geotermal juga dilakukan untuk memastikan titik-titik panas tidak kembali merembet.

“Zona C dan D sudah kita lokalisir. Tadi malam kita pantau lewat geotermal, sudah bisa dipadamkan, sehingga tidak merembet. Lokalisir sudah berhasil, tinggal kita fokus ke zona B setelah ini,” kata Respati.

Menurut Respati, persoalan pasokan air untuk pemadaman juga masih aman. Sumber air berasal dari hydrant, bantuan PDAM, serta sumber lainnya.

Saat petugas berjibaku melawan api di TPA Putri Cempo, Respati bersama sejumlah aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Solo menggelar salat istisqa di halaman Balai Kota Solo, Senin sekitar pukul 12.30 WIB.

Salat untuk memohon turunnya hujan itu berlangsung sekitar 30 menit. Respati mengatakan salat istisqa menjadi bentuk tawakal pemerintah di tengah berbagai bencana yang terjadi di Indonesia, termasuk kebakaran TPA Putri Cempo.

“Ini sebagai bentuk tawakal saja, melihat keprihatinan tentunya di Kota Solo, kebakaran TPA Putri Cempo, dan seluruh Indonesia, terkait erupsi, kebakaran hutan, gempa NTT, dan seluruh bencana di Indonesia,” ujarnya.

Menurut dia, upaya penanganan di lapangan terus dilakukan. Permohonan OMC juga telah diajukan kepada BNPB.

“Kita sudah upayakan, semoga disegerakan oleh BNPB. Kami komunikasi terus dengan pimpinan BNPB,” katanya.

Kini, perang melawan api di TPA Putri Cempo memasuki babak penting. Zona C dan D mulai terkendali. Jalur darat terus dibuka. Alat berat bekerja di antara gunungan sampah. Dukungan water bombing telah dikerahkan. Dan di atas semua itu, pemerintah menunggu langit memberi bantuan melalui operasi modifikasi cuaca. Namun satu tantangan terbesar masih terjadi di Blok B. (dbs/muz)

 


TERKINI

Rekomendasi

...