BPJS Ketenagakerjaan Surakarta Dorong Perusahaan Ikut Program Jaminan Pensiun


JATENGPOS.CO.ID, SOLO — Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta menggelar sosialisasi dan literasi Program Jaminan Pensiun (JP) dengan menghadirkan 30 perusahaan se-Solo Raya di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Rabu (9/9). Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Pelanggan Nasional (Hapelnas) 2026 ini menyasar perusahaan yang telah mendaftarkan pekerjanya pada tiga program utama, namun belum mengikutsertakan mereka dalam program Jaminan Pensiun.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Dian Agung Senoaji, menjelaskan bahwa agenda ini mengusung tema Hapelnas 2026 “Proaktif Melayani, Memberdayakan Secara Berkelanjutan, dan Menciptakan Nilai yang Melampaui Perlindungan” dengan menonjolkan tiga pilar, yakni melayani, memberdayakan, dan melindungi.

“Hari ini kami mengundang 30 perusahaan yang sudah mendaftar tiga program seperti JHT, JKK, dan JK, tetapi belum mengikuti program Jaminan Pensiun. Manfaat program pensiun ini sangat luar biasa untuk memberikan jaminan berkala saat pekerja sudah tidak produktif, apalagi angka harapan hidup di Indonesia naik dari 72 menjadi 74 tahun. Ini penting agar pekerja kita tidak terjebak menjadi sandwich generation yang harus membiayai anak sekaligus orang tua,” ujar Dian.

Baca juga:  KAI Daop 6 dan Satlantas Surakarta Gelar Penindakan di Perlintasan Gilingan

Selain sosialisasi program perlindungan, BPJS Ketenagakerjaan juga mengenalkan Program Pemberdayaan dan Kemandirian (PEKA) bagi penerima manfaat Jaminan Kematian (JKM) agar kembali produktif dan mandiri melalui pelatihan wirausaha. Program PEKA tersebut sempat mendapat apresiasi langsung dari Dirut BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat dan Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani dalam tinjauan Hapelnas Jumat (4/9) lalu, saat menyaksikan keberhasilan ahli waris penerima manfaat yang kini berdaya menjadi pengusaha kopi dan makanan beku.

Untuk memberikan gambaran nyata, sosialisasi turut menghadirkan testimoni dari PT Sami Surya Indah Plastik yang telah mendaftarkan seluruh tenaga kerjanya ke dalam program Jaminan Pensiun tahun ini. Perusahaan tersebut juga membagikan pengalaman pendampingan program Return to Work (RTW) BPJS Ketenagakerjaan terhadap salah satu karyawannya yang mengalami kecelakaan kerja hingga harus menjalani amputasi tangan.

Baca juga:  Gandeng TNI, Keraton Surakarta Mulai Pembersihan dan Inventarisasi Budaya

Melalui pendampingan dokter okupasi dan psikolog, pekerja tersebut mendapatkan prostesis tangan robotik (prosthetic hand) dengan total manfaat sekitar Rp237 juta. Karyawan yang sempat terpuruk itu kini telah bangkit dan kembali bekerja secara produktif di perusahaan yang sama.

Melalui sosialisasi ini, Dian Agung berharap pimpinan perusahaan yang hadir dapat segera mengambil keputusan strategis untuk mendaftarkan seluruh pekerjanya ke dalam program Jaminan Pensiun, mengingat besarnya manfaat yang diterima untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak saat peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat, atau bagi ahli waris yang ditinggalkan. (dea/bis)


TERKINI

Rekomendasi

...