Saloka Fest 2026: HUT ke-7 Saloka Hadirkan Tiga Lagu Baru Soundtrack Liburan Sekolah


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Libur sekolah tahun ini di Saloka Theme Park rasanya beda. Bukan cuma karena wahana yang ramai, tapi karena taman wisata ini punya lagu baru. Tepat saat merayakan HUT ke-7, Saloka meluncurkan Saloka Fest Urban Culture 2026 dengan puncaknya di bulan Juni ini, sekaligus peluncuran 3 lagu karya anak bangsa.

“Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perhelatan kali ini terasa jauh lebih spesial,” kata General Manager Saloka Theme Park, Agustinus Haryanto. Pesta ini sebenarnya sudah dimulai sejak Februari 2026. Tapi puncaknya baru terasa sekarang, Saloka berubah jadi ruang kumpul komunitas, ruang berekspresi, dan ruang interaksi yang hangat antara pengunjung dan kreator.

Bintang utama festival tahun ini adalah Saloka Mencari Musik. Ajang ini bukan sekadar lomba. Saloka sengaja buka panggung untuk musisi independen bikin lagu orisinal yang nantinya jadi identitas taman wisata terbesar di Jawa Tengah ini.

”Tujuan utamanya memberi ruang seluas-luasnya bagi komunitas pencipta lagu untuk berkarya. Sekaligus jadi strategi promosi lewat lagu, biar masyarakat makin kenal dan dekat dengan Saloka,” ujar Danny Agung Nugroho, perwakilan Manajemen Saloka, saat konferensi pers Saloka Fest 2026 pada Sabtu (27/6/2026).


Dalam waktu sebulan pendaftaran, panitia menerima sebanyak 103 lagu dari berbagai daerah. Kurasi dilakukan bertahap selama sebulan penuh, sampai tersaring karya-karya terbaik.

Baca juga:  1.498 Anggota BPD Terima SK, Ini Pesan Bupati Semarang

Juri utama yang ditunjuk bukan main-main, Eross Candra, gitaris Sheila On 7. Ia mengakurasi seluruh lagu yang masuk, ketika tersaring 10 lagu yang terbaik baru diserahkan ke managemen Saloka untuk bersama menentukan pemenangnya.

“Seluruh lagu didengarkan satu per satu biar penilaiannya objektif. Tantangannya bukan cuma cari yang musikalitasnya bagus, tapi yang berasa Saloka. Artinya, yang ceria, ramah keluarga, dan bisa diputar di mana saja di area taman Saloka,” ungkap Eross.

Dari ratusan lagu, mengerucut jadi 10 besar. Lalu dipilih 3 pemenang. Yang menarik, saat proses penyaringan 10 besar lagu terbaik ternyata sebanyak 5 lagu hasil karya menggunakan teknologi AI, bukan murni karya sendiri.

”Kehadiran teknologi AI memang tidak bisa kita hindari. Yang penting bagaimana mereka membawakannya dengan baik. Saya tetap menghargai kreativitas mereka, walau pakai AI,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi Saloka, memberikan wadah seperti ini penting untuk keberlangsungan ekosistem musisi lokal. Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah uang tunai Rp 5 juta. Tiga pemenang yang terpilih, yakni lagu “Pasar Malam” karya grup Jambore, “Weekend” karya Rivera duet M.I.C dari Kalimantan. Dan, “Ceria Tiada Habisnya” karyawa Anggara Musiklab dari  Wonogiri.

Baca juga:  KPU Butuh waktu Tiga Hari untuk Rekapitulasi Hasil Pemilu di Jateng 

“Inilah pemenang lagu yang paling Saloka. Cerah, energik, dan nggak bikin bosen diputar ulang. Ketiganya punya karakter genre berbeda, tapi sama-sama fleksibel,” jelas Eross.

Anggara pemenang lagu dihadirkan dalam konferensi pers di Saloka, mengaku sempat tegang saat rekaman lagu dimentori Eross yang baginya musisi legend.

“Awalnya waswas dan tegang saat dimentori langsung Mas Eross Candra. Beliau kan musisi besar Sheila On 7. Tapi hasilnya terbayar. Ini pengalaman luar biasa,” ujarnya.

Dampaknya, lanjut Anggara, terasa luar biasa followers-nya langsung naik pesat. Ia berharap bisa berlanjut kolaborasi dengan Eross dan Saloka.

Menutup acara, Dani dari manajemen Saloka berharap tiga lagu ini cepat viral.

“Dengan karya musik yang segar dan penuh keceriaan ini, nama Saloka Theme Park diharapkan semakin moncer dan jadi pilihan utama liburan keluarga Indonesia,” katanya.

Tujuh tahun Saloka berdiri, kali ini ia tidak hanya merayakan penuh spesial kembang api atau diskon tiket. Tapi dengan nada. Karena liburan paling berkesan memang yang bisa dibawa pulang diantaranya dalam bentuk lagu. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...