25 C
Semarang
Sabtu, 28 Februari 2026

Tingalan Jumenengan Mangkunegara X, Walikota Gibran Terima Kekancingan Kanjeng Pangeran Haryo

JATENGPOS.CO.ID,  SOLO – Pura Mangkunegara Surakarta menggelar Tingalan Jumenengan I Mangkunegoro X, Rabu (1/3/2023). Sejumlah kegiatan digelar mulai pagi, diawali prosesi upacara adat di dalam Pura Magkunegaran dengan menyajikan tarian sacral ‘Bedoyo Anglir Mendung’.

Yang istimewa, pada kesempatan tersebut  Mangkunegara X memberikan gelar atau kekancingan untuk Wali Kota Solo Gibran Rakabuming, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH).

“Lampiran serat kekancingan dalem setunggal Gibran Rakabuming Raka kawisudan dados Kanjeng Pangeran Haryo, Kanjeng Pangeran Haryo Gibran Rakabuming Raka,” kata pembawa acara dalam upacara wisuda Penganugerahan pangkat dalam rangkaian Tingalan Jumenengan KGPAA Mangkunegara X.

Usai pembacaan Gibran yang mengenakan beskap Jawi jangkep warna hitam, maju bersama beberapa kerabat Mangkunegaran yang juga menerima kenaikan gelar. Gibran menandatangani pemberian gelar tersebut.

Baca juga:  KPU Salatiga Bersama Pj Wali Kota Koordinasi Kesiapan Pemilu

“Maturnuwun,” kata.Gibran singkat usai pemberian gelar. Sambil berjalan menuju kereta untuk mengikuti kirab budaya.

Gibran mengapresiasi geral yang ia terima tersebut, dan melihat selama kepemimpinan Mangkunegara X dalam satu tahun ini, Mangkunegaran terus berbenah.

“Ya harapannya setelah ini ada perbaikan lagi. Tujuannya kan itu,” ujar Gibran dicegat awak media sebelum naik kereta kencana untuk kirab.

Kirab dimulai setelah Mangkunagoro X mendapatkan ucapan dari para tamu undangan sekitar pukul 13.00 WIB. Sejumlah prajurit mengikuti kirab, antara lain Sinelir, Sorogeni, Ladrang Mangungkung, Irontono, dan Joyo Wiseso.

Ada lima kereta kencana yang digunakan untuk kirab, yakni kereta Landaulet milik Pura Mangkunegaran yang dipakai Mangkunagoro X. Lalu kereta yang dinaiki Walikota Gibran, disusul tiga kereta lainnya.

Baca juga:  Petahana Ngesti Nugraha Mulai Cuti Besok, Tancap Gas Kampanye MUTIARA

Diketahui, kereta Landaulet merupakan kereta sejak Mangkunagoro VII atau sekitar 1918.dan kereta itu impor dari Belanda. Ada enam kereta koleksi Pura Mangkunegaran.

Tingalan Jumenengan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud Hendropriyono, putri Hendropriyono sekaligus istri Mantan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono.

Pakubuwana XIII tampak hadir bersama Gusti Kanjeng Ratu Pakoebuwono, Putra Mahkota Keraton Solo K.G.P.A.A. Hamengkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram. Selain itu hadir permaisuri Paku Alam X, G.K.B.R.A.A. Paku Alam X, serta putra dalem Paku Alam X, B.P.H. Kusuma Bimantara. (dea)



TERKINI

Rekomendasi

...