25 C
Semarang
Rabu, 15 April 2026

Disapu Angin Ribut 7 Rumah Rusak Berat




JATENGPOS.CO.ID,  SRAGEN – Musibah angin puting beliung melanda tiga kampung di Desa Kacangan, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Minggu sore (22/10), sekitar pukul 17.00 WIB. Hujan deras disertai angin kencang itu mengakibatkan 7 rumah rusak berat dan lainnya rusak ringan. Mayoritas kerusakan rumah berupa genteng yang beterbangan dan asbes yang berjatuhan. Beruntung dalam kejadian itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Kerusakan rumah berat di Dukuh Tempuran, diantaranya tempat tinggal Lardi (58), Edo Sulistyo (50),Paimin (40) dan Wagimin (70). Lantas di Dukuh Karang tengah rumah Jajang Ahmad H (46), kemudian rumah Kusno (60), warga Dukuh Kacangan, serta sebuah pos kamling milik Dukuh Karang Tengah.

Baca juga:  32 Atlet Indonesia Berlaga di Ajang World Abilitysport Youth Games 2024 Thailand

nformasi yang dihimpun menyebutkan, hujan deras dengan angin begitu kencang menyapu pohon dan rumah di Desa Kacangan puluhan pohon tumbang terjadi sejumlah titik jalan desa. Kebanyakan rumah yang rusak akibat tertimpa pohon tumbang. sedangkan rumah yang rusak ringan karena genteng maupun asbes tersapu angin.

Kapolres Sragen AKBP Jamal Alam melalui Kapolsek Sumberlawang AKP Joko warsito menjelaskan, dengan kejadian itu pihaknya mendatangi lokasi melakukan pembersihan puing-puing bangunan yang rusak terutama genteng maupun asbes yang tersapung angin puting beliung. Lantas memotong pohon yang tumbang dan menyingkir dan bangunan yang tertimpa.

“Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa, sedangkan total kerugian masih dilakukan inventarisir,” papar AKP JOko Warsito.


Baca juga:  Pemprov Jateng Sosialisasikan Transisi Energi Menuju Industri Hijau SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menggandeng banyak pihak, untuk penggunaan energi alternatif dalam menuju industri hijau (green industry). Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno, langkah paling dekat yakni penggunaan panel surya dan gas alam atau Compressed Natural Gas (CNG), untuk dunia industri. "Transisi energinya bertahap. Kita dorong di beberapa kawasan industri juga menggunakannya. Sekarang juga sudah menuju untuk penggunaan CNG di Jawa Tengah," kata Sumarno mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), usai Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota Bidang Indag Tahun 2025 dan Sosialisasi Rengganis Pintar "Revitalisasi Green Industry" Guna Mendorong Peningkatan Ekspor Jawa Tengah, di The Wujil Resort & Convention Kabupaten Semarang, Kamis, 2 Oktober 2025. Untuk pemanfaatan CNG, kata Sumarno, didukung oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) pemasangan transmisi dari Cirebon-Semarang (Cisem) yang saat ini sedang berproses. "Selain lebih ramah lingkungan, sebetulnya CNG itu menggunakan produk dalam negeri," katanya. Dikatakan Sumarno, Pemerintah Provinsi Jateng juga memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang punya produk CNG yakni PT Jateng Petro Energi. Perseroda didorong untuk memperbanyak produksi gas alam dan disalurkan baik untuk industri kecil maupun besar. Di sisi lain yang tak kalah penting, yakni setiap perizinan usaha dan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) harus harus benar-benar dipatuhi. Supaya lingkungan tetap terjaga. Apalagi Jawa Tengah dijadikan provinsi penumpu pangan dan industri, di mana keduanya harus seimbang. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng, July Emmylia, mengatakan, program Rengganis Pintar, merupakan, suatu upaya kita untuk dapat mempercepat implementasi Industri Hijau di wilayah setempat. "Karena apa? Karena sekarang ini market driven sudah mewajibkan untuk ber-sertifikat IUDR dan FSC. Nah, kalau tidak kita segera kejar kita akan kehilangan market," katanya. Emmy menjelaskan, green market action itu berada pada angka 79,12 persen. Hal itu harus segera dipenuhi agar tidak kehilangan potensi pasar dan mengurangi produk ekspor. Adapun Rengganis Pintar merupakan sistem mulai dari forum konsultasi, komunikasi, kemudian instrumen indeks siap hijau untuk mengukur kesiapan industri. Khususnya untuk industri kecil menengah (IKM). "Pelaku IKM didampingi dan diberikan fasilitasi sertifikat gratis. Sertifikat gratis ini untuk dapat menuju ke Industri Hijau," katanya. Disperindag, kata Emmy, memiliki target jangka pendek dan panjang. Jangka pendeknya melelui program itu akan menambah jumlah kesadaran pelaku industri untum bersertifikat hijau. Untuk jangka panjang akan membuat peta arah (roadmap). "Pada tahun 2028 nanti Pak Gubernur Ahmad Luthfi itu sudah mencanangkan arah kebijakan pembangunan. Yakni peningkatan dan pemerataan pembangunan daerah itu melalui potensi lokal dan industri hijau," katanya. (*)

Menurut AKP Joko warsito, tim gabungan relawan langsung evakuasi pohon yang tumbang dan melaksanakan kerja bakti membersihkan serpihan Genteng pada rumah yang rusak karena diterpa angin kencang tersebut. (ars)




TERKINI




Rekomendasi

...