25 C
Semarang
Jumat, 13 Maret 2026

68 Calon Guru Penggerak Jadi Trigger Komunitas Sekolah


PANEN HASIL BELAJAR: Besar Guru Penggerak Jateng menggelar lokakarya dan panen hasil belajar 68 calon guru penggerak dari Kabupaten Semarang di Gedung Serba Guna Wujil, Bergas. FOTO: MUIZ/JATENGPOS

68 Calon Guru Penggerak Jadi Trigger Komunitas Sekolah

JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN– Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jaqa Tengah menggelar lokakarya dan panen hasil belajar 68 calon guru penggerak (CGP) angkatan 8 dari Kabupaten Semarang di Gedung Serba Guna Wujil, Bergas, kemarin.

Perwakilan BBGP Jawa Tengah, Wiwik Akhirul Aeni menjelaskan para CGP telah menyelesaikan pendidikan selama enam bulan untuk menjadi guru penggerak.

Mereka telah menyelesaikan pendidikan tiga modul utama. Diantaranya pengembangan sekolah dan pendidikan berpusat pada peserta didik.

Baca juga:  Viral di Medsos, Dua Pemalak Sopir Truk Bawa Samurai Ditangkap

“Mereka nantinya akan memiliki profil guru penggerak yang inovatif, kolaboratif dan memiliki manajemen pengajaran yang baik,” terangnya.

Selain itu profil guru penggerak harus berpihak kepada peserta didik. Pendidikan selama satu semester secara daring maupun luring itu, lanjutnya, menjadi pemicu (trigger) menggerakkan komunitas sekolah menjadi lebih dinamis.

Ia berharap para calon guru penggerak tersebut kedepan dapat ditularkan kepada guru lainnya.

“Jadi apa yang didapat dari pendidikan guru penggerak ini bisa disebarkan kepada guru-guru yang lain,” harapnya.

Ia juga meminta Disdikbudpora lebih mendayagunakan guru penggerak dengan membentuk dan mengaktifkan komunitas guru penggerak di Kabupaten Semarang.

“Kemudian koordinasikan perencanaan, pengembangan berkelanjutan guru penggerak sesuai dengan kebutuhan dan karateristik daerah. Serta memberikan dukungan dan melakukan pembinaan terhadap program guru penggerak,” imbuhnya.

Baca juga:  Hasil Musra Jateng, Ganjar Raih Dukungan Tertinggi jadi Cawapres

Pada kesempatan itu, Wiwik menyerahkan kembali secara simbolis para CGP kepada perwakilan Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Budi Riyanto.

Saat sambutan, Budi berharap para CGP dapat mencapai level mumpuni. Tingkatan itu terhitung tinggi diatas level paham, dasar dan menengah.

Sedangkan tingkatan tertinggi adalah ahli.

“CGP dipersiapkan jadi kepala sekolah. Tapi sebelumnya harus menunjukkan kinerja menggerakkan kemajuan pembelajaran di sekolah,” tegasnya.

Di acara panen hasil belajar, para CGP memamerkan aneka kinerja dan kreasi hasil belajar mereka. (muz)



TERKINI


Rekomendasi

...