29 C
Semarang
Selasa, 14 April 2026

KPU Kabupaten Semarang: TPS Berkurang, DPT Potensi Bertambah




JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN– Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) pada Pilkada 2024 Kabupaten Semarang, berkurang dari jumlah TPS pada pemilu 2024. Pada Pilkada 2024 terdapat 1.983 TPS, sedangkan pada Pemilu 2024 lalu sebanyak 3.351 TPS.

Ketua KPU Kabupaten Semarang Bambang Setiyono mengatakan, berkurangnya jumlah TPS itu mengacu Undang-undang Pilkada bahwa jumlah pemilih di TPS pada Pilkada maksimal sebanyak 600 orang. Sedangkan pada Pemilu 2024 jumlah pemilih dibatasi 300 orang.

“Meski jumlah TPS berkurang, namun untuk jumlah panitia pemilihan kecamatan (PPK) tetap sebanyak lima orang di setiap kecamatan, dan jumlah penitia pemungutan suara (PPS) tiga orang tiap kelurahan atau desa,” ujarnya saat acara coffee morning Sosialisasi Tahapan Pilgub dan Wagub Jateng serta Pilbup dan Wabup Semarang 2024 di ruang audio visual KPU setempat, Selasa (25/6).

Baca juga:  Pemprov Jateng Sosialisasikan Transisi Energi Menuju Industri Hijau SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menggandeng banyak pihak, untuk penggunaan energi alternatif dalam menuju industri hijau (green industry). Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno, langkah paling dekat yakni penggunaan panel surya dan gas alam atau Compressed Natural Gas (CNG), untuk dunia industri. "Transisi energinya bertahap. Kita dorong di beberapa kawasan industri juga menggunakannya. Sekarang juga sudah menuju untuk penggunaan CNG di Jawa Tengah," kata Sumarno mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), usai Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota Bidang Indag Tahun 2025 dan Sosialisasi Rengganis Pintar "Revitalisasi Green Industry" Guna Mendorong Peningkatan Ekspor Jawa Tengah, di The Wujil Resort & Convention Kabupaten Semarang, Kamis, 2 Oktober 2025. Untuk pemanfaatan CNG, kata Sumarno, didukung oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) pemasangan transmisi dari Cirebon-Semarang (Cisem) yang saat ini sedang berproses. "Selain lebih ramah lingkungan, sebetulnya CNG itu menggunakan produk dalam negeri," katanya. Dikatakan Sumarno, Pemerintah Provinsi Jateng juga memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang punya produk CNG yakni PT Jateng Petro Energi. Perseroda didorong untuk memperbanyak produksi gas alam dan disalurkan baik untuk industri kecil maupun besar. Di sisi lain yang tak kalah penting, yakni setiap perizinan usaha dan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) harus harus benar-benar dipatuhi. Supaya lingkungan tetap terjaga. Apalagi Jawa Tengah dijadikan provinsi penumpu pangan dan industri, di mana keduanya harus seimbang. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng, July Emmylia, mengatakan, program Rengganis Pintar, merupakan, suatu upaya kita untuk dapat mempercepat implementasi Industri Hijau di wilayah setempat. "Karena apa? Karena sekarang ini market driven sudah mewajibkan untuk ber-sertifikat IUDR dan FSC. Nah, kalau tidak kita segera kejar kita akan kehilangan market," katanya. Emmy menjelaskan, green market action itu berada pada angka 79,12 persen. Hal itu harus segera dipenuhi agar tidak kehilangan potensi pasar dan mengurangi produk ekspor. Adapun Rengganis Pintar merupakan sistem mulai dari forum konsultasi, komunikasi, kemudian instrumen indeks siap hijau untuk mengukur kesiapan industri. Khususnya untuk industri kecil menengah (IKM). "Pelaku IKM didampingi dan diberikan fasilitasi sertifikat gratis. Sertifikat gratis ini untuk dapat menuju ke Industri Hijau," katanya. Disperindag, kata Emmy, memiliki target jangka pendek dan panjang. Jangka pendeknya melelui program itu akan menambah jumlah kesadaran pelaku industri untum bersertifikat hijau. Untuk jangka panjang akan membuat peta arah (roadmap). "Pada tahun 2028 nanti Pak Gubernur Ahmad Luthfi itu sudah mencanangkan arah kebijakan pembangunan. Yakni peningkatan dan pemerataan pembangunan daerah itu melalui potensi lokal dan industri hijau," katanya. (*)

Menurut Bambang, rata-rata di setiap TPS di Pilkada nanti diisi 400-500 pemilih. Namun di daerah pinggiran seperti Kaliwungu dan Pabelan, ada yang cuma 150-an pemilih.


Berkaitan dengan jumlah pemilih, Bambang menyebut Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada 2024 Kabupaten Semarang berpotensi bertambah. Jika menilik pada Pemilu serentak 2024 kemarin, terdapat 808.000 Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4).

Jumlah itu dimutakhirkan menjadi 803.113 DPT. Untuk Pilkada ini terdapat 809.589 DP4, artinya terdapat penambahan 1.000 pemilih potensial.

“Namun nantinya masih akan dimutakhirkan lagi. Penambahan jumlah itu, disebabkan beberapa faktor. Di antaranya pindah datang domisili, pemilih pemula, dan status pemilih yang meninggal dunia. Tentunya data itu setiap waktu bergerak terus, artinya selalu berubah,” tandasnya.

Untuk TPS khusus, lanjut Bambang, tetap sama yakni satu TPS khusus di Lapas Ambarawa.

Baca juga:  Hari Ini, 50 Anggota DPRD Kabupaten Semarang Dilantik

Ada pun untuk tahapan Pilkada 2024 saat ini adalah KPU melakukan tahapan pencocokan dan penilitian (Coklit) pemilih yang dilakukan petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih).

KPU telah melantik petugas Pantarlih sebanyak 3.107 orang, mereka mulai bekerja mulai 24 Juni – 24 Juli 2024 untuk melakukan coklit data pemilih di 1.983 TPS yang tersebar di 235 desa dan kelurahan.

Bambang Setyono menyebut, para petugas Pantarlih sudah melakukan coklit ke beberapa tokoh masyarakat dan pejabat mulai dari tingkat desa atau kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten.

“KPU sudah merekrut 3.107 petugas pantarlih. Tugas mereka nanti mencocokkan data pemilih untuk dijadikan sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada 2024,” tandasnya. (muz)




TERKINI




Rekomendasi

...