Wakil Ketua Sementara DPRD Jateng Sarif Abdillah Bangga Lihat Semangat Pepabri


JATENGPOS.CO.ID, AMBARAWA– Wakil Ketua Sementara DPRD Jateng Sarif Abdillah mengaku bangga dengan semangat dimiliki para purnawirawan TNI terhadap negaranya.

Usia lanjut tak menghalangi mereka berkiprah di masyarakat. Ini dibuktikan dengan masih banyaknya purnawirawan TNI-Polri masih aktif berorganisasi maupun berkegiatan di beberapa bidang.

Penegasan tersebut disampaikannya usai mengikuti puncak HUT ke 79 Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri) dipusatkan di kompleks Monumen Palagan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (12/9/2024).

“Semangat cinta Tanah Air yang masih menggelora di hati mereka. Ini contoh buat kalangan muda untuk tidak bosan mencintai bangsa dan negaranya,” ucap politikus PKB.

Puncak HUT Pepabri dihadiri langsung Ketua Umum Jend (Purn) Agum Gumelar, Pj Gubernur Nana Sudjana, Jend (Purn) Dudung Abdurrachman (mantan KSAD), mantan Panglima TNI Marsekal (purn) Yudho Margono, Letjend (Purn) Bibit Waluyo, serta jajaran Forkopimda.

Baca juga:  Pemprov Jateng Sosialisasikan Transisi Energi Menuju Industri Hijau SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menggandeng banyak pihak, untuk penggunaan energi alternatif dalam menuju industri hijau (green industry). Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno, langkah paling dekat yakni penggunaan panel surya dan gas alam atau Compressed Natural Gas (CNG), untuk dunia industri. "Transisi energinya bertahap. Kita dorong di beberapa kawasan industri juga menggunakannya. Sekarang juga sudah menuju untuk penggunaan CNG di Jawa Tengah," kata Sumarno mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), usai Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota Bidang Indag Tahun 2025 dan Sosialisasi Rengganis Pintar "Revitalisasi Green Industry" Guna Mendorong Peningkatan Ekspor Jawa Tengah, di The Wujil Resort & Convention Kabupaten Semarang, Kamis, 2 Oktober 2025. Untuk pemanfaatan CNG, kata Sumarno, didukung oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) pemasangan transmisi dari Cirebon-Semarang (Cisem) yang saat ini sedang berproses. "Selain lebih ramah lingkungan, sebetulnya CNG itu menggunakan produk dalam negeri," katanya. Dikatakan Sumarno, Pemerintah Provinsi Jateng juga memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang punya produk CNG yakni PT Jateng Petro Energi. Perseroda didorong untuk memperbanyak produksi gas alam dan disalurkan baik untuk industri kecil maupun besar. Di sisi lain yang tak kalah penting, yakni setiap perizinan usaha dan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) harus harus benar-benar dipatuhi. Supaya lingkungan tetap terjaga. Apalagi Jawa Tengah dijadikan provinsi penumpu pangan dan industri, di mana keduanya harus seimbang. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng, July Emmylia, mengatakan, program Rengganis Pintar, merupakan, suatu upaya kita untuk dapat mempercepat implementasi Industri Hijau di wilayah setempat. "Karena apa? Karena sekarang ini market driven sudah mewajibkan untuk ber-sertifikat IUDR dan FSC. Nah, kalau tidak kita segera kejar kita akan kehilangan market," katanya. Emmy menjelaskan, green market action itu berada pada angka 79,12 persen. Hal itu harus segera dipenuhi agar tidak kehilangan potensi pasar dan mengurangi produk ekspor. Adapun Rengganis Pintar merupakan sistem mulai dari forum konsultasi, komunikasi, kemudian instrumen indeks siap hijau untuk mengukur kesiapan industri. Khususnya untuk industri kecil menengah (IKM). "Pelaku IKM didampingi dan diberikan fasilitasi sertifikat gratis. Sertifikat gratis ini untuk dapat menuju ke Industri Hijau," katanya. Disperindag, kata Emmy, memiliki target jangka pendek dan panjang. Jangka pendeknya melelui program itu akan menambah jumlah kesadaran pelaku industri untum bersertifikat hijau. Untuk jangka panjang akan membuat peta arah (roadmap). "Pada tahun 2028 nanti Pak Gubernur Ahmad Luthfi itu sudah mencanangkan arah kebijakan pembangunan. Yakni peningkatan dan pemerataan pembangunan daerah itu melalui potensi lokal dan industri hijau," katanya. (*)
HUT PEPABRI: Wakil Ketua Sementara DPRD Sarif Abdillah hadir pada puncak HUT ke 69 Pepabri di kompleks Monumen Palagan Ambarawa. FOTO:IST/DOK.SETWAN DPRD JATENG

Perayaan yang digelar di Monumen Palagan Ambarawa tersebut diwarnai dengan drama kolosal adegan pertempuran Ambarawa dilanjutkan peletakan karangan bunga.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pepabri Agum Gumelar saat sambutan Gumelar menegaskan para anggota Pepabri jangan apatis menghadapi perkembangan tantangan bangsa saat ini.

“Kita ini sudah purna tugas tapi bukan purna pengabdian,” tegasnya di hadapan ratusan anggota Pepabri dari berbagai daerah di Jateng.

Menurut Agum, persatuan dan kesatuan bangsa menjadi hal yang harus diprioritaskan demi kemajuan bangsa Indonesia sejalan dengan tema yang diusung pada HUT ke-65 “Rajut Persatuan Demi Keutuhan Bangsa”.

Selanjutnya dirinya menggaris bawahi Indonesia harus sejak dini menyiapkan generasi muda untuk mampu bersaing dan menguasai ilmu teknologi di masa mendatang.

Baca juga:  Undian Kredit Perangkat Desa BDK Dipastikan Tak Ada Unsur Politik

“Generasi muda harus mampu cepat beradaptasi dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang begitu pesat. Termasuk menekankan bahwa Pepabri akan terus menjunjung tinggi netralitas pada pelaksanaan Pilkada mendatang,” pungkas Agum. (nif/muz)


TERKINI

Rekomendasi

...